Menkopolhukam Sebutkan Persaingan Antarnegara Sangat Tinggi

0

    Nunukan, jurnalsumatra.com – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Jenderal Purn Wiranto menyebutkan, persaingan antarnegara sangat tinggi meskipun secara formal tampak saling berangkulan.
“Jangan maknai bahwa kepala negara dalam setiap pertemuan sudah berangkulan. Sebenarnya berangkulan itu hanya formalitas semata,” sebut Wiranto di Nunukan, Rabu.
Hal tersebut dikatakannya saat berkunjung ke wilayah perbatasan RI-Malaysia dalam rangka meninjau dan melihat reealisasi pelaksanaan proyek Gerbang Dutas (Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan) di Kabupaten Nunukan.
Ia mengingatkan, persaingan antarnegara pada segala sektor sangat ketat berkaitan dengan kepentingan negara dan rakyat masing-masing yang harus dijaga martabat dan kesejahteraannya.
Wiranto menilai persaingan antarnegara sangat wajar karena menyangkut kedaulatan dan kepentingan seluruh rakyat yang harus dibela kehormatannya makanya negara yang tertinggal dalam setiap kompetisi akan tetap terkebelakang.

    “Negara harus memanfaatkan peluang-peluang demi kedaulatan dan kesejahteraan rakyatnya. Makanya persaingan antarnegara sangat dahsyat sehingga bagi negara yang tidak mampu bersaing dalam setiap kompoetisi akan terkebelakang,” tegas mantan Panglima ABRI era Presiden Suharto ini.
Apa yang ditunjukkan pemerintah Indonesia saat ini merupakan sebuah komitmen yang tinggi dalam upaya mensejahterakan rakyatnya dengan memanfaatkan setiap waktu yang terus bergulir, sebut Menkopolhukam ini di depan sejumlah pejabat kementerian dan lembaga serta instansi Pemkab Nunukan di Kantor Bupati Nunukan.
Menkopolhukam mengharapkan Indonesia harus mampu memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan kegiatan yang bermanfaat karena harus disadari pemerataan pembangunan belum berhasil.
Ia mengaku sesuai pengalamannya mendampingi tiga presiden RI sebelumnya yakni Suharto, BJ Habibie, Gus Dur dan sekarang di Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo-Yusuf Kalla masalah pemerataan dan keadilan masih menjadi permasalahan krusial yang perlu mendapatkan perhatian serius.(anjas)