Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


Pemerintah Indonesia Keluarkan Travel Advisory Terkait Zika

0

     Jakarta, jurnalsumatra.com – Pemerintah Indonesia mengeluarkan travel advisory terkait virus zika agar masyarakat Indonesia tidak terkena penyakit akibat virus tersebut.
“Iya benar, telah dikeluarkan travel advisory ini melalui Kementerian Luar Negeri untuk dapat disebarluaskan. Ini merupakan bentuk perlindungan kepada masyarakat Indonesia agar tidak terjangkit virus Zika” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis.
Oscar menambakan, travel advisory ini berlaku bagi seluruh masyarakat khususnya bagi WNI yang akan berkunjung atau baru kembali dari negara terjangkit.
Isi travel advisory tersebut, tambah dia, dikeluarkan setelah Pemerintah Singapura melalui situs kementerian kesehatannya menyatakan bahwa telah terjadi beberapa kasus virus Zika di Singapura.
Dalam kaitan ini warga negara Indonesia yang berkunjung ke daerah yang saat ini sedang mengalami penyebaran virus Zika, dianjurkan untuk menghindari diri dari gigitan nyamuk dengan cara mengenakan pakaian yang menutup lengan dan tungkai, menggunakan obat oles anti nyamuk, dan tidur menggunakan kelambu atau tidur dalam kamar dengan jendela dan ventilasi memakai  kassa anti nyamuk.

     Selain itu dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter bila jatuh sakit.
Bagi wanita hamil, dianjurkan untuk tidak berkunjung ke daerah-daerah yang diketahui sedang mengalami penyebaran virus Zika.
Jika terpaksa harus melakukan perjalanan,maka  hendaknya melakukan tindakan pencegahan dari gigitan nyamuk secara ketat.
Sedangkan bagi wanita yang merencanakan kehamilan sebaiknya menunda selama delapan minggu pascakepulangan dari daerah tersebut.
Bagi siapa saja yang baru kembali dari daerah yang diketahui telah terjadi penyebaran virus Zika diminta untuk memeriksakan kondisi kesehatannya dalam 14 hari setelah tiba di Indonesia.
Selain itu, segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami keluhan atau gejala demam, ruam kulit, nyeri sendi dan otot, sakit kepala dan mata merah.
Kepada dokter pemeriksa, pelaku perjalanan hendaknya menjelaskan riwayat perjalanannya dari daerah yang diketahui telah terjadi penyebaran virus Zika.
Di wilayah pelabuhan (laut atau  udara dan darat) yang mempunyai akses dengan negara terjangkit, upaya pengendalian Vektor dilakukan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).(anjas)