Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Tenda Arafah Dilengkapi Dengan “Water Fan”

0

   Mekkah, jurnalsumatra.com – Tenda jamaah haji Indonesia di Arafah pada musim haji 1437 H akan dilengkapi dengan “water fan” atau kipas angin yang menyemprotkan air.
Hal itu dikemukakan oleh Kepala Bidang Perumahan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Abduh di Kantor Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Kamis, seraya menunjukkan kipas angin setinggi 1,8 meter itu.
“Tadi saya ke tenda. Sebagian water fan sudah ada di sana, namun ada beberapa yang belum,” katanya merujuk pada pemasangan kipas di tenda-tenda di Arafah.
Ia menjelaskan setiap maktab atau pemondokan akan difasilitasi dengan 101 “water fan”.
Jamaah haji Indonesia di Arafah akan terbagi dalam 52 maktab di mana masing-masing maktab terdiri dari tujuh sampai delapan kelompok terbang (kloter) atau 2.800-3.000 jamaah. Berdasarkan jumlah itu satu “water fan” akan difungsikan untuk 25-30 jamaah.
Abduh berharap “water fan” itu bisa menetralisir panas dalam tenda mengingat penyelenggaraan haji tahun ini bertepatan dengan musim panas.
Dengan tinggi 1,8 m, “water fan” tersebut dilengkapi dengan bak air dengan kapasitas maksimal 41 liter yang berada pada bagian bawah kipas. Pada bagian depan baling-baling, terpasang saluran tempat mengalirkan air dari bak sehingga saat baling-baling berputar, akan mengeluarkan angin sekaligus menyemprotkan air.

   Menurut Abduh, dengan kapasitas air 41 liter dan pada putaran kipas dengan kekuatan semprotan terbesar, maka “water fan” itu bisa menyemprotkan air pada durasi lima sampai enam jam.
“Nanti, selain bak air terisi penuh, disediakan juga tiga tambahan cadangan air di setiap water fan sehingga kalau habis tinggal dituang saja,” katanya.
Water fan yang digunakan pada musim haji tahun ini semuanya baru. Namun, untuk memastikan bisa berfungsi, “water fan” itu dicoba dinyalakan sebelum jamaah sampai di tenda Arafah pada 9 September.
“Kita akan lakukan uji coba, nyalakan semuanya, pastikan semuanya hidup. Dari awal petugas sampai tenda langsung dicek semua. Cek listriknya, cek fungsinya, cek airnya semua,” katanya.
“Water fan” ini merupakan “upgrade” dari “water cooler” yang tahun lalu digunakan di Arafah. Jika “water cooler” hanya menyemprotkan angin melalui filter air sehingga tidak terlalu memberikan efek dingin.
“Kalau ini ada airnya, mudah-mudahan bisa menetralisir panas dalam tenda,” harapnya.
Sementara itu suhu maksimal di Mekkah pada Kamis (1/9) adalah 41 derajat Celcius. Dan menurut teori suhu pada puncak haji yaitu 10 September dapat mencapai 52 derajat Celcius sehingga suhu menjadi salah satu kekhawatiran besar bagi kesehatan jamaah haji Indonesia yang tidak terbiasa dengan suhu seekstrim itu.(anjas)