Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Kondisi Pasien Diduga Difteri Di Madiun Membaik

0

Madiun, jurnalsumatra.com – Kondisi HA (11) seorang pasien “suspect” atau diduga difteri asal Desa Sumbersari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur yang dirawat di RSUD wilayah setempat, Rabu terpantau oleh tim dokter telah membaik.
“Sekarang kondisi pasien ‘suspect’ difteri mulai membaik. Jika sebelumnya pasien mengalami kesulitan bicara karena adanya dugaan penyempitan rongga tenggorokan karena penyakit yang dideritanya, kini sudah mulai lancar bicara dan tak terasa sakit lagi,” ujar Humas RSUD Caruban Kabupaten Madiun, Yoyok Andi Setyawan, kepada wartawan.
Menurut dia, pasien HA selama dirawat menjalani terapi dua jenis pengobatan sesuai prosedur penangananan diduga difteri. Yakni, pengobatan antibiotik dan antitoxic.
Meski kondisinya membaik, namun hasil pemeriksaan sampel darah serta usapan hidung dan tenggorokan pasien yang dibawa ke laboratorium kesehatan daerah di Jawa Timur di SUrabaya, belum selesai.
Sehingga, HA dipastikan masih tetap menjalani perawatan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratoriumnya keluar. Selama menunggu hasil sampel, HA tetap menjalani perawatan intensif dengan penanganan diduga difteri.
Yoyok menambahkan, masyarakat diminta agar tertib menjalankan lima jenis imunasi dasar. Mulai campak, polio hingga imunisasi difteri, pertusis, tetanus (DPT), untuk menghindari serangan dan terjangkitnya difteri.
“Imunisasi masuk program pemerintah, maka masyarakat wajib dan berhak mendapatkan layanan itu demi kesehatan dan kekebalan tubuh agar tidak terserang penyakit mematikan. Terlebih anak-anak,” tuturnya.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mencatat, Kabupaten Madiun pernah menyandang status KLB Difteri pada tahun 2012 lalu dengan jumlah penderita mencapai lebih dari lima kasus.
Sedangkan, kasus difteri di Kabupaten Madiun pertama kali muncul pada tahun 2009 yang hanya satu kasus. Kemudian, pada tahun 2010 dan 2011 negatif atau nihil, dan tahun 2012 ada sekitar lima kasus. Lama tidak muncul, kini di tahun 2015 kembali menangani diduga difteri.(anjas)