Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


Mahasiswa Aceh Tolak Pembangunan Rumah Sakit Regional

0

     Banda Aceh, jurnalsumatra.com – Sejumlah aktivis mahasiswa menolak pembangunan rumah sakit regional di Provinsi Aceh karena anggaran pembangunannya bersumber dari utang luar negeri.
Penolakan tersebut disampaikan massa mahasiswa dalam unjuk rasa di pintu gerbang utama pendopo atau rumah dinas Gubernur Aceh di Banda Aceh, Senin.
Unjuk rasa yang diikuti belasan mahasiswa mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Aksi tersebut sempat menarik perhatian masyarakat yang lalu lalang di depan rumah dinas Gubernur Aceh tersebut.
Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “Kaji ulang kebijakan pembangunan fisik. Tingkatkan pelayanan publik”. Massa juga menggelar mimbar bebas.
Sejumlah mahasiswa dalam orasinya menyatakan, pembangunan rumah sakit bukan untuk kebutuhan masyarakat Aceh. Banyak sudah rumah sakit yang dibangun di Aceh.
“Pembangunan rumah sakit bukan untuk kebutuhan rakyat Aceh, tetapi hanya untuk keuntungan kontraktor, politisi, dan segelintir oknum. Apalagi, sumber uang pembangunan rumah sakit berasal dari utang luar negeri,” ungkap mahasiswa.

     Sementara itu, Musafir, koordinator aksi, menyatakan, Pemerintah Aceh berinisiasi meminjam uang kepada Bank Jerman dengan nilai mencapai Rp1,9 triliun dengan bunga 2,3 persen yang dibebankan pada APBA. Utang tersebut untuk membangun tiga rumah sakit regional.
“Namun, kami menolak pembangunan rumah sakit regional tersebut karena tidak perlu. Sebab, banyak rumah sakit yang sudah dibangun di Aceh. Tapi, pelayanannya saja yang masih kurang,” kata Musafir.
Oleh karena itu, lanjut Musafir dalam pernyataan sikapnya, mendesak Gubernur Aceh tidak memaksakan meminjam uang keluar negeri hanya untuk membangun rumah sakit.
“Kami juga mendesak Gubernur Aceh lebih fokus meningkatkan pelayanan dan jaminan kesehatan ketimbang membangun fisik rumah sakit. Apalagi dana pembangunannya bersumber dari utang luar negeri,” kata Musafir.
Usai menyampaikan aspirasinya, massa mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. Massa mahasiswa menyatakan akan menggalang dukungan jika Pemerintah Aceh tetap bersikukuh berutang keluar negeri untuk membangun rumah sakit regional.(anjas)