Puluhan Warga Diserang Anjing Gila

0

unnamed (12)

KAYUAGUNG, SUMSEL. Jurnalsumatra – ‎Masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel), digegerkan oleh aksi serangan anjing gila yang menyerang dan mengigit puluhan warga di Kecamatan Kayuagung dan Kecamatan SP Padang. Entah dari mana datangnya anjing tersebut dan saat ini sudah ada sekitar 14 orang yang menjadi korban gigitan anjing tersebut, hingga harus dilarikan ke puskesmas setempat dan RSUD Kayuagung guna mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, 14 korban yang digigit oleh anjing gila tersebut yakni, 6 orang dari Desa Serigeni Baru kecamatan Kayuagung. Adapun diantaranya yaitu, Bunga (5), mengalami luka ditangan, sedangkan Bela (4) mengalami luka dibiding mata, Rindu (5,5) mengalami luka dibahu kanan, Ny Jumiah (75) mengalami luka dipaha, Saipul (45) mengalami luka ditangan kanan dan Jamila (56) mengalami luka di bagian dada, akibat gigitan anjing gila tersebut keenam warga ini telah mendapat perawatan medis dan diberikan suntikan obat Rabies di RSUD Kayuagung

Sedangkan 8 orang korban laninya bersal dari Desa Terusan Menang Kecamatan Sirah Pulau Padang yang tiga diantaranya, Dea (3), Putri (7) dan Berlian (5) juga telah mendapat perawatan medis dan diberikan suntikan obat Rabies di RSUD kayuagung sementara untuk 5 orang korban lainnya mendapat perawatan di Puskesmas setempat.

Menurut keterangan Lidia orang tua korban Bunga (5) asal desa serigeni baru kecamatan kayuagung saat ditemui di IGD RSUD Kayuagung, Rabu (7/9/2016) mengatakan,kejadiannya sangat singkat pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB Waktu itu anak saya baru selesai mandi disungai, sementara saya  sedang didalam rumah, tiba-tiba saya dengar teriakan anak saya, langsung saya keluar, ternyata pelipis kanan anak saya terluka, akibat digigit anjing gila, saat itu juga anjing tersebut langsung menggigit teman-temannya Rindu dan bela yang sedang bermain, setelah menggigit anak-anak, Anjing itu langsung menggigit  Nenek Jamila saat sedang memberi makan ayam di depan rumahnya.

“Warga yang melihat aksi anjing gila itu langsung mengejar dan membunuhnya, karena jika tidak langsung di bunuh pasti akan menggigit warga lainya, kami langsung bawa anak-anak kami ke rumah sakit, semuanya mengalami luka akibat gigitan anjing gila itu,” jelas Lidia.

Terpisah, Arman orang tua dari putri (7) asal desa terusan menang saat mendampingi anaknya guna mendapat perawatan medis di IGD RSUD kayuagung mengatakan,serangan anjing gila yang dialami anaknya kemarin sore, Selasa (6/9/2016) sekitar 17.00 Wib,kala itu anaknya sedang bermain didepan rumah lalu ada seekor anjing melintas kemudian tiba-tiba berbelok dan menyerang anaknya.

“Sebelum menyerang anaknya anjing itu terlebih dahulu menyerang tiga warga lainnya di daerah Ulu desa,tetapi sayang usai menyerang anaknya anjing tersebut lari dan tidak dapat kami kejar,”ujarnya

Sementara itu direktur RSUD Kayuagung, Dr Dedi Sumatri yang langsung memmbantu memberikan tindakan medis kepada para korban mengatakan, bahwa korban gigitan anjing gila itu rata-rata mengalami luka robek di pelipis.

“Kita langsung berikan tindakan medis, setelah dibersihkan lukanya, kemudian diberikan suntikan obat rabies, pemberian suntikan rabies tersebut Maksimal dilakukan sebanyak 5 kali dan minimal 4 kali di hari yang berbeda, Pasien tidak menjalani rawat inap, tetapi cukup rawat jalan saja,” terangnya.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Ogan komering Ilir, Aris Panani, mengatakan, bahwa pihaknya sudah mendapat laporan terkait adanya anjing gila yang menggigit warga.

” Agar hal tersebut tidak lagi terjadi di tempat lain, nanti kita akan melakukan pemusnahan terhadap anjing liar, di wilayah-wilayah yang terdapat banyak spesies anjing liar tersebut,” ungkapnya.

Ditambahkannya,untuk anjing yang menyerang didesa serigeni baru  dengan ciri-ciri signalemen ras kampung, jenis kelamin betina, umur 2 tahun warna merah ekor putih karena telah dibunuh warga kepalanya telah kita ambil untuk dilakukan pemeriksaan dilaboratorium BBVET lampung,sedangkan anjing yang menyerang didesa terusan menang lagi telusuri apakah anjing yang sama atau ada anjing lain tetapi kalau menurut informasi sementara yang didapat untuk ciri-ciri anjing yang menyerang didua desa tersebut itu sama. (RICO)