Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


HMI Pamekasan Tuntut Pemkab Berantas Buta Aksara

0

     Pamekasan, jurnalsumatra.com – Organisasi mahasiswa ektra kampus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pamekasan, Jawa Timur, menuntut pemkab setempat memberantas buta aksara, mengingat jumlah warga yang belum bisa membaca dan menulis di daerah ini masih tergolong tinggi.
“Pamekasan sebagai kota pendidikan harus bebas dari buta aksara, karena itu melalui Hari Aksara Internasional kali ini kami ingin menggugah kesadaran pemkab agar persoalan buta huruf diperhatikan lebih serius,” kata Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan Chairul Umam, saat aksi damai, di Pamekasan, Kamis.
Puluhan aktivis HMI perwakilan dari berbagai perguruan tinggi di Pamekasan menggelar aksi damai memperingati Hari Aksara Internasional yang jatuh pada 8 September.
Massa memulai aksinya dari Monumen Arek Lancor dengan membawa berbagai poster dan spanduk yang berisi seruan kepada Pemkab Pamekasan agar lebih serius dalam menangani persoalan buta aksara.
Chairul Umam mengatakan, sebagai kabupaten yang telah mendeklarasikan diri sebagai kota pendidikan, tidak seharusnya masih ada warga yang belum bisa membaca dan menulis alias buta aksara.

     “Makanya, melalui momentum Hari Aksara Internasional ini, kami menggugah komitmen Pemkab Pamekasan untuk lebih giat memerangi dan memberantas kasus buta aksara yang jumlahnya masih sangat banyak,” kata Umam.
Para pengunjuk rasa dari berbagai komisariat di lingkungan HMI Cabang Pamekasan mulai menggelar orasi di area Monumen Arek Lancor menyampaikan tuntutan mereka secara terbuka.
Selain berorasi, sebagian di antara aktivis HMI ini juga membagi-bagikan brosur yang tuntutan organisasi itu, kepada para pengguna kendaraan bermotor yang melintas di sekitar jantung kota itu.
Tidak kurang dari 20 personel polisi gabungan dari Satuan Lalu Lintas, Sabhara, dan Intelkam Polres Pamekasan diterjunkan di area Monumen Arek Lancor untuk mengamankan aksi HMI tersebut.
Aksi aktivis organisasi yang didirikan Lafran Pane pada 5 Februari 1947 itu, dimulai pukul 09.30 WIB dan sekitar 15 menit kemudian massa mulai bergerak menuju kantor DPRD di Jalan Kabupaten Pamekasan.
Menurut Chairul Umam, DPRD Pamekasan menjadi sasaran penyampaian aspirasi agar nantinya disampaikan kepada institusi terkait di lingkungan Pemkab Pamekasan.
Warga Pamekasan yang terdata masih buta huruf kini mencapai 27.365 orang. Jumlah ini berkurang dibanding 2013, karena saat itu mencapai 33.326 orang.(anjas)