Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


HNSI SUMUT Minta Nelayan Hentikan Pukat HELA

0

Medan, jurnalsumatra.com – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Sumatera Utara minta kepada nelayan di daerah itu menghentikan penggunaan alat penangkapan ikan Pukat Hela atau “Trawl” yang bertentangan dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan.
“Sudah saatnya nelayan tidak lagi menggunakan alat tangkap tersebut,  karena tidak ramah lingkungan,” kata Sekretaris DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut Pendi Pohan di Medan, Kamis.
Sebagai nelayan yang baik, menurut dia, harus tetap mematuhi ketentuan yang berlaku di negeri ini dan jangan melakukan pelanggaran, karena akan mendapatkan sanksi hukum yang tegas.
“Ikuti saja peraturan pemerintah dan Undang-Undang (UU), niscaya nelayan tersebut tidak akan menghadapi masalah hukum, serta dapat hidup dalam keadaan tenang,” ujar Pendi.
Ia mengatakan, Pemerintah saat ini telah memberikan batas toleransi hingga akhir Desember 2016 kepada nelayan yang masih saja mengoperasikan Pukat Hela tersebut.
Kemudian, setelah itu barulah petugas Badan Keamanan di Laut (Bakamla) akan melancarkan razia secara besar-besarkan terhadap nelayan yang menggunakan alat tangkap Pukat Hela.
Larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (Trawl) dan pukat tarik (Seine Nets) di wilayah Indonesia, berdasarkan Permen 02/PERMEN-KP/2015.
“Peraturan Menteri Kelautan tersebut, harus dipatuhi nelayan dan jangan dikangkangi,” ucap tokoh nelayan Sumut itu.
Pendi menyebutkan, Peraturan Menteri yang melarang penggunaan Pukat Hela itu, bertujuan cukup baik, karena selama ini alat tangkap itu, merusak sumber hayati laut dan melakukan pencemaran.
Oleh karena

itu, Pemerintah menggantinya dengan alat tangkap yang tidak merusak terumbu karang, rumpon yang dipasang nelayan di tengah laut.
“Pelarangan alat tangkap tersebut,  karena dianggap tidak cocok lagi digunakan di perairan Indonesia, dan harus dihentikan untuk menyelamatkan  lingkungan,” kata mantan Ketua DPC HNSI Kota Medan.(anjas)