Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


DPRD Sulbar Nilai Perusahaan Sawit Langgar Pergub

0

      Mamuju, jurnalsumatra.com – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Rayu, menilai perusahaan perkebunan kelapa sawit telah melanggar Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 12 tahun 2016 tentang penetapan Harga Tandang Buah Segar (TBS).
“Semua perusahaan sejatinya menyertakan dokumen atau invois pembelian harga TBS. Tetapi ini tidak dilakukan oleh perusahaan,” kata Rayu di Mamuju, Jumat.
Menurutnya, dinas perkebunan kabupaten Mamuju Utara dan provinsi membiarkan perusahaan tidak menjalankan aturan yang ada.
“Malah kami bertanya ada apa gerangan dengan dinas yang ikut memberikan kelonggaran kepada pihak perusahaan yang telah mengabaikan Pergub ini. Bukan hanya Pergub, tetapi juga mengabaikan Permentan,” sesal Rayu.

      Ia menyebutkan, pada pertemuan yang dilaksanan tiap bulan antara pemerintah provinsi dan pihak perusahaan sawit di Provinsi Sulbar, dengan harga yang disepakati sebesar Rp. 1.331 per kilogram.
Rayu menilai, pihak perusahaan yang semena-mena mempermaikan pemerintah provinsi, dengan membeli harga TBS sebesar Rp. 1.221 per kilogram.
¿Ada apa perusahaan ini, perusahaan ini tidak takut sama pemerintah. Perusahaan seolah-olah pandang sebelah mata atas aturan yang ditetapkan pemerintah.
Rayu mendesak, pemprov Sulbar mengambil tindakan, memberikan sanksi kepada perusahaan yang tidak mengikuti aturan yang telah ditetapkan bersama. Apa lagi, lanjutnya, ratusan ribu masyarakat Sulbar itu petani kelapa sawit dan mengantukan pendapatannya dari nilai jual kelapa sawit.
¿Pemerintah harus ambil tindakan karena ada pergub, kalau pemerintah tidak mau ambil tindakan ada apa? inikan tanda tanya besar,¿ tegas Rayu.
Rayu juga berjanji akan melaporkan ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait indikasi monopoli pembelian hasil komoditi kelapa sawit di Sulbar.(anjas)