Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Program Cetak Sawah NTT Belum Capai Target

0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Program cetak sawah di sejumlah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dicanangkan Mabes TNI untuk membantu mewujudkan swasemda pangan hingga awal September tahun ini belum mencapai target.
Komandan Korem 161/Wirsaskti Kupang Brigjen TNI Heri Wiranto di Kupang, Jumat mengatakan pada awalnya targetkan kurang lebih 3.775 hektare yang bisa digarap hingga akhir Agustus, tetapi dalam perjalanan baru ada sekitar 3.216 hektare yang digarap.
Lambannya program cetak sawah yang belum selesai sesuai target tersebut menurut Danrem Heri diakibatkan karena beberapa kendala seperti lahan dan perlu penelitian mendalam soal lahan yang akan digarap tersebut.
Bahkan menurutnya jumlah lahan baru yang akan dicetak tersebut akan dievaluasi kembali mengingat hasil pengukuran awal belum sesuai hasil survei investigasi desain akademis, sehingga dapat mengetahui secara pasti hasil luas lahan yang akan dilaksanakan percetakan sawah baru.

   Jenderal Bintang Satu itu mengatakan, sebelumnya pada Kamis (6/7) lalu pihaknya telah bertemu dengan Dinas pertanian dan Perkebunan untuk evaluasi soal lambannya program cetak sawah tersebut.
“Dalam pertemuan tersebut kita telah lakukan evaluasi, dan hasil dari evaluasi bersama itu mennjukkan masih banyak hal yang harus diperhatikan agar nantinya target yang diharpkan tersebut dapat tercapai,” ucapnya.
Pria yang pernah menjabat sebagai Danrem 163/Wirasatya Bali tersebut mengatakan sebenarnya sesuai target program cetak sawah utu selesai pada akhir Agustus bulan kemarin, tetapi setelah dilakukan pertemuan program tersebut ditargetkan akan selesai pada akhir September bulan ini.
“Kita semua pada awalnya menrencanakan agar program yang kita harapkan program tersebut  dapat berjalan secara baik, namun berbagai kendala yang dihadapi karena kondisi yang tidak memungkinkan, sehingga semua program yang direncanakan tersebut belum dapat terlaksana, namun diupayakan agar tetap berjalan,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT Yohanis Tay Ruba mengatakan berdasarkan program Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan kedaulatan Pangan dan kesejahteraan masyarakat, melalui optimalisasi lahan yang telah ada dan menambah paku lahan melalui program percetakan sawah.
Tay Ruba sendiri mengatakan dalam program cetak sawah tersebut hingga awal September baru ada 15 Kabupaten yang lahannya sudah dibuka sedangkan tiga kabupaten lainnya belum dilaksanakan karena masalah anggaran yang masih kurang akibat banyaknya pemotongan anggaran provinsi.(anjas)