Sekwan OKI Tidak Tahu Anggaran Humas

0

unnamed (17)KAYUAGUNG, SUMSEL. Jurnalsumatra.com — Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Hj Nila Utami berkilah jika dirinya tidak tahu persis berapa besaran dana yang dianggarkan untuk belanja koran dan publikasi di Bidang Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Kabupaten OKI.

“Humas DPRD Kabupaten OKI hanya memiliki anggaran yang kecil itupun untuk berlangganan koran sebanyak delapan sampai sepuluh jenis koran dan untuk publikasi yang bersifat resmi kita tidak menganggarkannya,” ungkap Hj Nila Utami ketika diwawancara wartawan diruang kerjanya, Kamis (8/9/2016).

“Untuk anggaran pada tahun 2016 saya tidak mengetahui secara rinci berapa anggaran pada humas DPRD dan kalau untuk biaya langganan koran memang ada tetapi tidak besar itupun hanya untuk 8 sampai 12 koran saja, namun untuk publikasi memang tidak pernah dianggarkan,”kilahnya Sekwan DPRD OKI.

Nila menambahkan sebelumnya sekretariat DPRD bersama anggota dewan telah mengevaluasi bagian humas mulai dari Sumber Daya Manusia(SDM) dan anggarannya, mudah-mudahan kedepannya (di tahun 2017) pihaknya dapat membenahi bagian humas tersebut serta akan mengajukan anggaran untuk memfasilitasi publikasi dewan sebagai bentuk penunjang kinerja para anggota dewan serta segera menjalin koordinasi bersama pak rohmat kurniawan selaku mitra di komisi I,”cibirnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, sorotan dari sejumlah pihak, bahkan sebagian kalangan menilai Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) DPRD setempat selama ini tidak maksimal dalam menjalankan peran dan fungsinya, hal ini didasari dengan minimnya publikasi baik di media cetak dan elektronik padahal anggarannya mencapai ratusan juta rupiah seperti dijelaskan oleh Ketua Komisi I DPRD OKI Rohmat Kurniawan, SE mengakui, bahwa peran kehumasan DPRD OKI selama ini tidak berjalan hal ini dapat dilihat dari minimnya publikasi kegiatan dewan di media baik cetak maupun online. “Kedepan akan kita benahi baik dari segi anggaran maupun SDMnya,”katanya.

Menurut Rohmat kurangnya pemahaman dari bagian kehumasan menjadi salah satu penyebabnya. “Kita ingin seperti daerah lain humasnya sangat berfungsi apapun kegiatan dewan di ekspose sehingga masyarakat tahu apa yang sudah dewan lakukan,”ungkapnya.

Mengenai anggaran penyediaan jasa media informasi sebesar Rp 358juta tersebut Rohmat mengatakan, itu digunakan untuk membayar langganan Koran bagi dewan. “Saya rasa dana itu untuk pembayaran Koran tapi saya kurang tahu persis, yang pasti kedepan kita berkomitmen media center harus berdiri dan komunikasi dengan media harus lebih baik lagi serta beritanya tolong dilurus-luruskannya,”pintanya. (RICO)