Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


Pemkot Yogyakarta Pantau Tempat Penyembelihan Hewan Kurban

0

     Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta akan menerjunkan petugas untuk memantau kesehatan hewan kurban di seluruh tempat penyembelihan.
“Kegiatan pemantauan di tiap tempat penyembelihan hewan kurban dilakukan sebelum penyembelihan dan pada saat penyembelihan,” kata Kepala Seksi Pengawasan Mutu Komoditas dan Kesehatan Hewan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta Endang Finiarti di Yogyakarta, Sabtu.
Pemantauan hewan kurban sebelum penyembelihan akan dilakukan pada H-1 Idul Adha, Minggu (11/9) untuk memastikan bahwa hewan kurban yang akan disembelih dalam kondisi sehat.
Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta akan membagi petugas untuk melakukan pemantauan di Yogyakarta bagian utara dan selatan.
“Selain petugas dari dinas, kami juga dibantu oleh tim dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM),” kata Endang.

    Sedangkan pemeriksaan pada saat penyembelihan dilakukan untuk memastikan daging yang akan dibagikan ke masyarakat dalam kondisi yang baik dan tidak terkena penyakit apapun, termasuk cacing hati.
“Kami juga membuka ‘sms gateway’ sebagai sarana komunikasi antar petugas untuk melaporkan jika ada temuan selama pemantauan,” katanya.
Pada tahun lalu, ditemukan 63 kasus cacing hati dari 149 tempat penyembelihan hewan.
Sebelumnya, petugas Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta juga melakukan pemantauan kesehatan hewan kurban di lokasi-lokasi penjualan hewan kurban yang tersebar di beberapa titik di Kota Yogyakarta.
Sejumlah penyakit yang kerap ditemui petugas pada pemantauan di lapangan adalah mata merah, kutil dan diare. Namun penyakit tersebut tidak masuk kategori penyakit berbahaya sehingga hewan tetap bisa dijual dan disembelih.
Sedangkan kasus penyakit antraks belum ditemukan sejauh ini. Petugas juga tidak memberikan sertifikasi kepada sapi yang dipelihara di tempat pembuangan sampah karena berpotensi terkena pencemaran sampah.(anjas)