Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Pengungkapan Perkara Suap Proyek Pemprov Mudah      

0

Bandarlampung, jurnalsumatra.com – Akademisi Hukum Universitas Lampung Wahyu Sasongko menyatakan pengungkapan perkara suap proyek di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung sangat mudah, sebab seluruh data yang dinilai perlu seperti video penyerahan uang sudah ada.
“Penyidik tinggal melakukan pemanggilan sanksi untuk mengungkap perkara ini, sehingga tidak membuat penasaran masyarakat,” kata dia di Bandarlampung, Jumat.
Sebab, lanjut dia,  dugaan kasus  penipuan dan penggelapan suap proyek Pemprov Lampung tahun anggaran 2016 dengan kerugian mencapai Rp14 miliar sudah membuat masyarakat tidak percaya lagi terhadap pihak penyidik yang saat ini dinilai lamban.
Rasa kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum saat ini sangatlah besar, sehingga perlu dipertahankan dengan mengungkap kasus ini.
“Saya melihat pemberitaan yang terjadi beberapa hari ini, sudah bisa menyimpulkan bahwa penyidik hanya tinggal melakukan penyidikan terhadap perkara tersebut,” kata dia.
Dia melanjutkan, kasus ini harus diungkap secara transparan agar masyarakat mengetahuinya dan jangan ada lagi hal serupa terulang kembali.
Kemudian,  jika memang kasus ini dinilai lamban perlu ada penanganan lebih lanjut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“KPK bisa saja mengambil perkara ini jika ada beberapa aspek yang dinilai bisa mencederai hukum seperti, ada dugaan penghilangan alat bukti, ada kepentingan dan ada indikasi lamban dalam penanganan perkara ini,” katanya.
Namun, untuk saat ini  terlalu dini jika KPK harus turun tangan dalam perkara ini, sebab harus menunggu penyidik Polda Lampung mengangkat handuk putih atau menyerah.
“Kita harus melihat apakah penydik melempar handuk putih dalam perkara ini, jika begitu NGO atau masyarakat berhak memberikan laporan ke KPK bahwa perkara berjalan ditempat,” kata dia.
Ia melanjutkan, dalam perkara ini pun yang melapor atau memberikan suap bisa terjerat sebab ikut serta atau turut melakukan hingga terjadi peristiwa suap.
Perlu diketahui, Polda Lampung tengah mendalami dugaan penipuan Rp14 miliar yang melibatkan oknum pejabat pemprov.
Penyidik Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung akan meminta keterangan Djoko Prihartanto (48) selaku pelapor terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan suap proyek Pemprov Lampung tahun anggaran 2016 mencapai Rp14.137.500.000.(anjas)