Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Fitrianti Tegur Keras Pengusaha Tahu Tempe

0
Fitrianti Tegur Keras Pengusaha Tahu Tempe

Fitrianti Tegur Keras Pengusaha Tahu Tempe

Palembang, jurnalsumatra.com – Dampak hujan yang terjadi beberapa waktu lalu, membuat Wakil Walikota Palembang Fitrianti melakukan peninjauan dibeberapa titik, banjir dan dampak yang terjadi akibat banjir, selain air yang melimpah juga aroma yang tidak menyenangkan akan timbul dan bisa menimbulkan wabah penyakit di masyarakat yang mengalami banjir.

Dalam pertemuan dengan masyarakat bersama pengusaha tahu dan tempe di Jalan Tanjung Sari, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni Palembang, Wakil Walikota Palembang mendengarkan beberapa laporan dari masyarakat sekitar, yang dilingkungannya banyak pengusaha-pengusaha tahu dan tempe yang tidak melakukan pengolahan limbah dari pabrik tahu dan tempe. Limbah langsung keluar kealiran warga, tanpa diolah sebelum keluar.

“Limbah pabrik tahu dan tempe ini, waktu banjir kemaren itu pada keluar dan membuat aroma yang tidak sedap, yang kami kawatirkan dapat menimbulkan penyakit diwarga Kelurahan Bukit Sangkal” ungkap warga dari RT setempat kepada Wakil Walikota Palembang.

“Semua pekerjaan itu tidak bisa, dilakukan dengan sendiri-sendiri, harus bersama-sama dengan bergotong royong, kalau semua dikerjakan secara gotong-royong dan bahu membahu, pekerjaan yang berat akan menjadi lebih ringan dan mudah juga bisa lebih sempurna” jelas Fitriani kepada warga dan pengusaha pabrik tahu setempat.

Tidak hanya mendengarkan, laporan masyarakat juga pengusaha tahu dan tempe setempat, Fitrianti pun melihat langsung pabrik tahun dan tempe, mana yang namanya pabrik sudah mempergunakan pengolahan limbah dan mana pengolahan limbahnya yang sudah tidak berfungsi lagi.

Dari pantauan jurnalsumatra.com dilapangan pengolahan limbah pabrik tahu dan tempe ada yang sudah membuat pengolahannya, namun karena sebagian pabrik tahu dan tempe yang baru tidak mengunakan pengolahan limbahnya, jadi yang sudah punya pengolahan limbahnya tidak lagi mengolah limbahnya dan langsung mengalir ke saluran warga.

Kepada jurnalsumatra.com Fitrianti mengungkapkan “Tadi setelah dalam perbincangan dan meninjau langsung kelokasi pabrik tahu dan tempe, pengusaha tahu dan tempe sudah menyepakati untuk membuat pengolahan limbah dimasing-masing pabriknya dan kemudian juga dibuatkan penampungkan disalah satu tempat yang selanjutnya baru akan dialirkan keluar” jelasnya.

“Kami berharap secepat mungkin pelaksanaan nya di lakukan, karena mangkin cepat mangkin bagus dan kami dari pemerintah kota Palembang akan menyiapkan tenaga ahlinya yang akan siap membantu dalam merancang tempat penampungan limbah dan bila para pengusaha tidak melakukan pengolahan limbahnya maka  izin pabriknya akan ditutup” tegasnya. (edchan)