Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Cegah Virus Zika, Dinkes Jalin Kerjasama KKP

0

ilustrasi-pencegahan-virus-zika-_160202180904-974Palembang, jurnalsumatra.com – Untuk mencegah menularnya virua zika di tengah masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang melakukan kerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di wilayah kerja Kota Palembang, seperti di bandara dan lainnya.

“Kita melakukan kerjasama dengan seluruh KKP di wilayaj kerja Palembang, untuk mengantisipasi masuknya virus Zika ke Palembang,”kata Kepala Dinkes Kota Palembang, dr. Anton Suwindro, Jum’at (16/9/2016)

Menurut Anton,  untuk mekanisme yang dilakukan KKP baik itu di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, maupun dari pelabuhan, penumpang yang diawasi ketat adalah penumpang berasal dari luar negeri khususnya negara-negara yang sudah terjangkit serius dengan virua zika seperti Singapura.

Dimana, bagi penumpang yang berasal dari Singapura, akan dilakukan pemeriksaan dengan alat Thermal Scanner atau alat pendeteksi tubuh.

“Jadi di bandara penumpang yang berasal dari Singapura? akan diperiksa terlebih dahulu dengan alat Thermal Scanner. Kemudian kami juga membatasi kunjungan warga negara asal Singapura,”katanya.

Untuk antisipasi lain, pihak KKP dan Dinkes Kota Palembang, menyediakan formulir yang diperuntukkan bagi penumpang yang baru saja melakukan perjalanan dari Singapura. Seperti, meminta alamat.

Sedangkan khusus bagi penumpang pesawat yang berasal dari Singapura, petugas bandada dan KKP akan memcatat dan diberikan surat khusus. Karena, virus zika baru terlihat dua sampai tiga hari kemudian.

“Jadi, untuk pengunjung yang baru saja melakukan liburan dari Singapura, maupun Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura, kita akan pinta data mereka dan dimana mereka tinggal selama di Palembang. Jadi selama di Palembang mereka akan diawasai,” tuturnya.

Sampai saat ini, otoritas yang memiliki kewenangan terhadap pemeriksaan kesehatan seperti KKP wilayah II Palembang, sudah melakukan tugasnya dengan maksimal. Dimana, hal itu dilakukan pada bandara dan pelabuhan di Palembang.

“Untuk bandara KKP langsung mengawasi terhadap penumpang yang baru saja melakukan perjalanan dari Singapura, dan memeriksa beberapa WNA yang berasal dari Afrika, Asia khususnya Asia Tenggara, Mikronesia, Amerika Latin, dan Karibia. Sedangkan di Pelabuhan, kapal-kapal barang dari luar Indonesia akan diperiksa, termasuk Anak Buah Kapal (ABK) sebelum mereka turun akan dilakuka. pemeriksaan terlebih dahulu,” ulasnya.

Ia menerangkan, virus zika merupakan virus yang menyerang ibu yang sedang hamil. Dimana virus Zika dapat ditransmisikan dari seorang ibu ke bayinya. Virus Zika berkemungkinan ditularkan dari seorang ibu hamil pada janin di dalam kandungannya. Artinya efek yang ditimbulkan dari virus tersebut menyerang pada bayi yang dikandung dengan mengecilnya bagian kepala (microsepalus), yang akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

“Untuk saat ini, tidak ada posko khusus yang disediakan Dinkes di Puskesmas, karena memang virus Zika tidak menyebabkan kematian bagi penderitanya. Berbesa dengan demam berdarah,” imbuhnya.

Ditambahkannya, Infeksi virus Zika terjadi melalui perantara gigitan nyamuk Aedes, terutama spesies Aedes aegypti. Penyakit yang disebabkannya dinamakan sebagai Zika, penyakit Zika (Zika disease) ataupun demam Zika (Zika fever).

Virus Zika yang telah menginfeksi manusia dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti demam, nyeri sendi, konjungtivitis (mata merah), dan ruam. Gejala-gejala penyakit Zika dapat menyerupai gejala penyakit dengue dan chikungunya, serta dapat berlangsung beberapa hari hingga satu minggu.

“Jadi bagi masyarakay yang baru saja melakuka perjalanan dari luar negeri, khususnya ke negara-negara ya g terjangkit, dapat melakukan pemeriksaan dan mengenali gejala-gejala yang terjadi. Terutama bagi ibu hamil, karena memang virus zika menyerang ibu hamil,” jelasnya.

Untuk antisipasi bagi masyarakat di Palembang, dirinya menyarankan agar masyarakay dapat mengantisipasi dengan tetap menjaga perilaku hidup sehat. Karena dengan kita menjaga prilaku hidup, kunci utama terhidar dari gigitan  nyamuk aedes agypti di lingkungan kita.(eka)