Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Pelatih Lampung Akui Pembinaan Dan Kompetisi Kurang

0

     Bandung, jurnalsumatra.com – Pelatih renang Lampung Umar Wardoyo mengakui belum berhasilnya atlet daerah tersebut pada PON 2016 di Jawa Barat dikarenakan minimnya pembinaan dan kompetisi.
“Daerah lain pembinaannya cukup bagus, selain itu kompetisi cukup berjalan. Bahkan di Jawa dalam satu tahun itu ada 15 kali perlombaan di tingkat daerah sehingga bisa memunculkan bibit baru,” kata Wardoyo di Bandung, Sabtu.
Sebenarnya, lanjut dia, perenang daerah tersebut memiliki kemampuan bagus, hanya kurangnya mengikuti kompetisi baik di daerah maupun luar daerah. “Daerah lain banyak yang berlatih di luar negeri, bahkan Riau menggunakan pelatih dari Perancis,” katanya.
“Pada PON ini untuk perbaikan peringkat perenang sekaligus menambah pengalaman, karena sebagian adalah perenang muda,” katanya.
Pada perlombaan yang telah berlangsung para perenang Lampung terhenti di babak penyisihan. Yoga LS di posisi 18 pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu dengan catatan waktu 27:29 detik. Perenang Djody pun gagal di nomor yang sama.

     Perenang putri Lampung Halimatus Sa’diah pada nomor 200 meter gaya dada menduduki peringkat 15. Namun ia memecahkan rekornya sendiri dari 3:04:62 detik menjadi 2:58:08 detik.
Pelatih renang lainnya, Musyarofah mengatakan pada PON kali ini sangat berat karena open turnamen dan tidak adanya pembagian kelompok umur, sehingga perenang baik yang dipersiapkan untuk Sea Games, juara nasional dan pernah mengukir prestasi tidak dibatasi untuk mengikuti ajang tersebut.
Sementara itu, pada perlombaan Minggu (18/9) pukul 10.00 WIB, Halimah Tus’sadiah turun pada nomor 50 meter gaya bebas. Yoga LS pada 50 meter gaya bebas dan Djody 100 meter gaya punggung.
Pada perlombaan hari Senin (19/9) perenang Djody dan Yoga turun pada nomor 100 meter gaya bebas dan Halimah Tus sadiah pada 50 meter gaya dada putri dan Yoga pada 50 meter gaya dada putra.(anjas)