Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


BMKG : Kebiasaan Membakar Lahan Harus Diwaspadai    

0

Sampit, Kalteng, jurnalsumatra.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Bandara Haji Asan Sampit menilai, kebiasaan membersihkan lahan dengan cara pembakaran, perlu diwaspadai meski intensitas hujan meningkat.
“Jika dilihat dari peta potensi kebakaran, sebenarnya untuk lima hari ke depan kondisinya cukup aman, tidak mudah terbakar, namun perilaku pembakaran hutan tetap harus diwaspadai,” kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Bandara Haji Asan Sampit, Nur Setiawan di Sampit, Senin.
Beberapa hari terakhir, hujan hampir merata terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur. Turunnya hujan membuat lega karena dapat mengurangi potensi kebakaran lahan yang kembali marak.
Seperti diketahui, Kotawaringin Timur termasuk daerah yang rawan kebakaran lahan karena sebagian tanahnya berupa gambut tebal. Saat kemarau, gambut sangat mudah kering dan jika terbakar maka cukup sulit dipadamkan karena api terus membakar ke dalam tanah meski di permukaan terlihat padam.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di Kotawaringin Timur. Bahkan masyarakat diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya hujan deras disertai petir dan angin kencang.
“Secara umum untuk tanggal 19 hingga 21 September berpotensi hujan dengan intensitas sedang-lebat, sedangkan untuk tanggal 22 sampai 26 berpotensi hujan ringan-sedang,” kata Setiawan.
Hujan yang turun hampir merata beberapa hari terakhir, diperkirakan cukup efektif mengurangi potensi kebakaran lahan. Pantauan satelit, tidak terdapat titik panas di Kotawaringin Timur dan sekitarnya.
Sementara itu, Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan masih bersiaga. Petugas terus memantau perkembangan titik panas sebagai upaya deteksi dini. (anjas)