Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Mahasiswa Setuju Pencopotan Jabatan Irman Gusman

0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Sejumlah mahasiswa menyetujui rekomendasi pencopotan jabatan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman yang diusulkan Badan Kehormatan DPD terkait dengan dugaan penyuapan bagi distribusi gula impor yang diberikan kepada Perusahaan CV Semesta Berjaya.
“Kalau terkena kasus korupsi ya seharusnya dicopot jabatannya dari anggota DPD,” kata Wakil Ketua Senat Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Pancasila Bayu Indra kepada Antara di Jakarta, Selasa.
Badan Kehormatan DPD pada hari Senin malam telah merekomendasikan pemberhentian atau pencopotan Irman karena pada Sabtu malam telah menerima uang RP100 juta dari pengusaha Xaveriandy Sutanto yang meminta Irman supaya memberi rekomendasi kepada Perum Bulog agar dia mendapat jatah mengimpor gula. Uang Rp100 juta itu langsung disimpan oleh Irman di kamar tidurnya.
“Orang yang berhak untuk mencopot jabatannya Irman Gusman adalah orang yang memiliki kewenangan yaitu seluruh anggota DPD,” tambah Bayu.

    Irman telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga “menjual” pengaruhnya dalam mengatur tambahan kuota distribusi gula impor.
Sementara itu mahasiswa lainnya Dewi Yurikasali berpendapat “Irman seharusnya diberhentikan, kalau urusan sanksi itu butuh penyelidikan lebih lanjut karena kasus ini masih dalam pemeriksaan yang nanti akan dibawa ke sidang pengadilan”.
Kemudian mahasiswa Fikom lainnya Ismi Kurnia menegaskan “Seharusnya kalau memang bersalah ya copot saja langsung jabatannya tanpa adanya keringanan”.
Ketiga mahasiswa itu berharap agar kasus ini tidak terulang kembali, karena amanah yang diterima dapat dipertanggungjawabkan bagi nama baik negara.
KPK pada Sabtu malam (17/9) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) ke rumah Irman setelah mengetahui Xavieriandy Sutanto bersama istri dan adiknya mendatangi rumah Irman sekitar pukul 23.00 WIB sambil membawa amplop berisi uang Rp100 juta. Kemudian penyidik KPK sekitar pukul 01.00 WIB Sabtu dinihari menginterogasi Irman yang telah menerima uang suap.
Irman kemudian digelandang ke kantor KPK dan pada Sabtu sore ketua DPD itu telah memakai rompi berwarna oranye sebagai tanda telah ditetapkan menjadi tersangka.(anjas)