Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Solok Selatan Panggil Perusahaan Pekerjakan TKA Ilegal      

0

Padang Aro, Sumbar, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), akan memanggil pimpinan PT Bina Bhati Pratiwi Yusuf (PT BBPY) yang diduga mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) illegal di perusahaan penambangan emas liar itu.
“Kami segera menyuratinya dan akan berkoordinasi dengan kepolisian tentang barang bukti yang diamankan,” kata Kepala Seksi Pengawasan Hubungan Industrial dan Penyidikan Ketenagakerjaan, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Solok Selatan, Nurasidin Panggabean di Padang Aro, Senin.
Ia menyatakan perusahaan ini akan diproses secara hukum jika terbukti melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
PT BBPY sudah dua kali tertangkap mempekerjakan tenaga kerja asing secara illegal di Solok Selatan, dan pihaknya memastikan kali ini akan diproses secara hukum.
Selain itu, ujarnya, dengan izin eksplorasi yang sudah habis, tetapi masih bekerja akan direkomendasikan untuk ditutup sehingga tidak ada lagi pelanggaran yang dilakukan.
“Perusahaan ini sudah melanggar pasal 42 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2013 dan ini bukan yang pertama dilakukannya, tetapi sudah kedua kali dan kami akan memprosesnya sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Selain itu, menurutnya, ia masih menunggu proses dari Imigrasi Klas IA Padang terhadap empat TKA illegal milik PT BBPY yang ditangkap oleh pihak kepolisian Solok Selatan.
Sebelumnya Kepolisian Resor Solok Selatan menangkap empat tenaga kerja asing asal Tiongkok yang diduga ilegal.
Kapolres Solok Selatan AKBP Ahmad Basahil menjelaskan, penangkapan dilakukan saat mereka sedang melakukan penambangan emas liar di Jorong Talantam, Nagari Lubuak Ulang Aling Selatan, Kecamatan Sangir Batang Hari pada Selasa (6/9) sekitar pukul 17.00 Wib.
Keempat WNA asal Tiongkok yang ditangkap tersebut, yaitu Wan Thailiang (40) sebagai ketua rombongan, Thang Zaizun (38), Ban Wai Ben (34) dan Pan Sianx Who (30).(anjas)