Pelaku Penimbunan Sapi Cukup Dijerat KUHP

0

Purwokerto, jurnalsumatra.com – Pakar hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof. Hibnu Nugroho mengatakan bahwa pelaku penimbunan sapi cukup dijerat dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
“Kalau melihat kondisi ekonomi global cukup dengan (pasal) tindak pidana biasa,” katanya di Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu.
Hibnu mengatakan hal itu kepada Antara terkait rencana Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia yang hendak mempidanakan para pelaku penimbunan dengan undang-undang pidana dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang.
Menurut dia, terorisme merupakan tindak pidana yang berkaitan dengan upaya untuk mengacaukan keamanan negara.(anjas)