Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Aktivis: Kebebasan Akses Informasi Bantu Pembangunan Berkelanjutan      

0

Jakarta, jurnalsumatra.com – Kebebasan akses informasi akan membantu keberhasilan pencapaian program pembangunan berkelanjutan, kata aktivis hak asasi manusia dan perubahan iklim Emmy Hafidz.
Dalam salah satu sesi Jakarta World Forum for Media Development 2016 yang berlangsung di Tangerang Selatan, Selasa, Emmy mengatakan kebebasan informasi dapat mendorong banyak pihak memahami program yang baru saja diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa beberapa waktu lalu tersebut.
“Pembangunan berkelanjutan adalah terminologi yang tidak mudah dan banyak yang belum mengetahui bagaimana pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Ia menilai salah satu hal yang dapat dilakukan dalam kebebasan informasi untuk mendorong keberhasilan program tersebut adalah dengan menjalin kemitraan dengan media secara berkesinambungan.
Dengan pemahamahan yang sama antara semua pihak termasuk media terhadap tujuan dari pembangunan berkelanjutan maka diharapkan media bisa menyampaikan pandangan dan pengamatannya.
Sementara itu Regional Cluster leader for Government and Peacebuilding UNDP Phil Matsheza mengatakan keterbukaan informasi cukup penting, namun yang paling utama adalah bagaimana implementasinya.
“Kita memerlukan narasi baru untuk menunjukkan kebebasan pers dan keberpihakan pada masyarakat,” katanya.
Direktur Utama Perum LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat yang merupakan salah satu pembicara dalam sesi tersebut mengatakan media massa seharusnya berperan juga sebagai pihak yang mendorong kebebasan informasi.
“Saya melihat media massa mencerminkan bagaimana masyarakatnya,” katanya.
Meidyatama mengatakan, kaitannya dengan pengembangan capaian program pembangunan berkelanjutan, media massa atau wartawan perlu mendapat bantuan untuk memahami isu tersebut sekaligus berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk lembaga swadaya masyarakat.
Menurutnya, asistensi atau bantuan untuk memahami porgram pembangunan berkelanjutan itu diperlukan agar media massa atau wartawan dapat membuat laporan yang komprehensif dan bisa disampaikan ke masyarakat dalam kerangka kebebasan informasi.
Jakarta World Forum for Media Development 2016 berlangsung sejak 20-23 September di Kampus Universitas Multimedia Nusantara, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.
Pertemuan internasional itu dihadiri oleh lebih dari 200 praktisi dan akademisi di bidang jurnalistik dari yang berasal dari berbagai negara.
Pertemuan itu membahas sejumlah isu antara lain media dan pembangunan, media dan bisnis, media dan teknologi, media dan masyarakat, ekstrimisme dan propaganda serta isu mengenai kebebasan akses informasi.
Sejumlah pembicara berasal dari organisasi internasional dan asosiasi media massa internasional serta dalam negeri.
Rektor Universitas Multimedia Nusantara Ninok Leksono mengatakan pertemuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baik bagi pers nasional maupun perkembangan jurnalistik dari sisi akademis.(anjas)