Lima Kabupaten/Kota NTT Belum Serahkan Guru SMA/SMK

0

     Kupang, junalsumatra.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengatakan, sampai saat ini masih ada lima dari 21 kabupaten/kota di provinsi berbasis kepulauan itu yang belum menyerahkan data personel guru tingkat SMA/SMK dan pendidikan layanan khusus (PLK).
“Kelima kabupaten/kota itu adalah Kota Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Barat,” kata Gubernur Frans Lebu Raya di Kupang, Rabu, terkait perkembangan penyerahan personel guru SMA/SMK ke provinsi.
“Masih ada lima daerah yang belum menyerahkan personil. Kita harapkan sampai akhir September ini, semua daerah sudah menyerahkan ke provinsi,” katanya.
Pasalnya, penyerahan kewenangan pengelolaan SMA/SMK akan dilakukan paling lambat 2 Oktober 2016 ini, katanya.

     Gubernur mengakui, alih pengelolaan guru SMA/SMK ini masih terbentur masalah anggaran.
Namun, bukan berarti pemerintah daerah harus menunda alih pengelolaan ini. Pemerintah harus tetap melaksanakan proses karena merupakan perintah undang-undang, katanya.
“Pemerintah masih mencari solusi agar proses alih pengelolaan ini tidak menimbulkan masalah, terutama dalam kaitan dengan pembayaran honor guru-guru kontrak di daerah,” kata Lebu Raya.
Mengenai mekanisme pengelolaan, dia mengatakan pemerintah akan membentuk UPT di daerah untuk memberikan pelayanan kepada para guru di daerah-daerah.
“UPT mungkin tidak harus dibentuk di semua daerah, tetapi paling tidak di setiap pulau besar ada UPT. Flores, Sumba dan Timor misalnya, harus ada UPT untuk melayani para guru di daerah,” katanya.
Langkah ini akan diambil pemerintah agar para guru tidak harus ke provinsi untuk mengurus hal-hal yang dibutuhkan di daerah, kata Lebu Raya.(anjas)

Share.