Satgas Terbangkan Empat Heli Ke Rokan Hilir      

0

Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Tim Udara Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau pada Selasa kembali menerbangkan empat helikopter pengebom air ke Kabupaten Rokan Hilir guna penanganan pascakebakaran di daerah itu.
“Hari ini empat heli kembali ke Rokan Hilir untuk pendinginan pascakebakaran kemarin,” kata anggota tim udara Satgas Karhutla Riau Lettu Sherif Yanuardi di Pekanbaru, Selasa.
Keempat heli tersebut terdiri atas tiga helikopter dari Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin dan satu dari Bandara Pinang Kampai, Dumai.
Ia menuturkan tiga heli dari Lanud Roesmin Nurjadin masing-masing adalah Sikorsky, MI-8, dan MI-172, sedangkan heli dari Dumai jenis MI-8.
Pada Selasa merupakan hari kedua operasi pengeboman air dengan target Desa Balam Sampurna, Kecamatan Bagan Sinembah atau pada koordinat N 01 53 22.16 E 100 41 22.31
Sebelumnya delapan titik api terpantau di wilayah tersebut. Titik api terpantau berdekatan sehingga harus segera ditangani sebelum meluas. Menjelang Senin sore, titik-titik api berhasil dipadamkan dan saat ini menyisakan asap-asap tipis di lokasi tersebut.
“Sesuai pantauan udara dan laporan ‘Mangga Agni’, lokasi kebakaran masih menyisakan asap tipis. Untuk itu, fokus kita hari ini di lokasi yang sama guna pendinginan,” katanya.
Kebakaran hutan dan lahan di Rokan Hilir terjadi dalam dua pekan terakhir, sejak Sabtu (10/9). Dalam beberapa kesempatan, kebakaran  di wilayah tersebut berhasil diatasi dan dipadamkan. Namun, titik api kembali bermunculan beberapa waktu kemudian. Hingga kini, petugas masih terus berupaya melakukan penanggulangan.
Kebakaran hutan dan lahan di Rokan Hilir memang harus segera ditanggulangi karena berpotensi mengirim asap ke “Negara Jiran”. Keberadaan titik panas di Riau sejak akhir pekan lalu terus meningkat meski tidak signifikan.
Dari pantauan udara Satgas Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan Riau, titik panas menyebar di keempat kabupaten itu serta satu titik di pinggiran Kota Pekanbaru.
Setelah mendapat informasi adanya titik panas, Tim Udara Satgas langsung terbang memperkuat tim darat guna penanggulangan melalui proses pengeboman air.
Saat ini, Satgas telah memiliki sejumlah armada untuk operasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dari udara, di antaranya dua unit MI-8, satu unit heli MI-171, satu unit heli Sikorsky, satu unit heli Bolkow 105, serta dua unit pesawat Air Tractor. Seluruh armada itu dimanfaatkan untuk pengeboman air. Satgas juga menyiapkan satu pesawat Cassa modifikasi cuaca.
Armada yang ada itu merupakan pelengkap tim darat Satgas Siaga Darurat Karhutla Riau. Seluruh komponen satgas terus bersiaga meski akhir-akhir ini kondisi kebakaran di Riau cenderung menurun dibandingkan dengan  medio Agustus 2016.
Berdasarkan data yang dirilis Satgas, kebakaran terjadi hampir merata di Riau sejak Januari hingga kini dan telah menghanguskan sekitar 3.743 hektare.
Sejauh ini 93 orang telah ditetapkan sebagai tersangka perorangan dalam perkara kebakaran hutan dan lahan, termasuk dua di antaranya dari kalangan korporasi, yakni PT WSSI dan SSP juga terjerat kasus yang sama.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo pekan ini meminta pemerintah daerah bergerak cepat dalam mengambil keputusan untuk mencegah serta memadamkan kebakaran hutan dan lahan.(anjas)

Share.