Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


PEMKAB Musi Banyuasin permudah pembuatan akta kelahiran

0

Musi Banyuasin, Sumsel ,jurnalsumatra.com- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan terus berupaya melakukan perbaikan pelayanan yang dapat mempermudah masyarakat membuat akta kelahiran.

“Kepemilikan akta kelahiran adalah hak setiap warga negara dan negara melalui pegawai catatan sipil berkewajiban menjamin terlaksananya hak tersebut. Berdasarkan ketentuan tersebut perlu dilakukan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh haknya itu,” kata Asisten III Setda Musi Banyuasin Ibnu Saad, di Sekayu, Jumat.

Dia menjelaskan, sesuai dengan ketetapan konvensi hak anak yang telah diratifikasi negara pada 1990 melalui Keputusan Presiden No.36, dalam Pasal 7 dinyatakan bahwa anak akan didaptarkan segera setelah kelahiran dan sejak lahir berhak atas sebuah nama, berhak mengetahui dan dipelihara oleh orang tuanya.

Kemudian adanya Permendagri Nomor 9 Tahun 2016 tentang percepatan cakupan akta kelahiran, sebagai salah satu bukti keseriusan pemerintah untuk memberikan dokumen kependudukan kepada masyarakat.

Dengan aturan tersebut, penerbitan akta kelahiran saat ini semakin mudah, tidak lagi berdasarkan peristiwa kelahiran, tetapi hanya berdasarkan domisili.

Selain itu, penerbitan akta kelahiran tidak lagi memerlukan sidang pengadilan sebagaimana yang berlaku sebelumnya.

Meskipun sudah banyak kemudahan untuk mendapatkan akta kelahiran, masyarakat harus taat pada aturan atau mengikuti mekanisme yang telah diatur dalam perundang-undangan.

Untuk mendorong masyarakat tertib administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, pihaknya berupaya melakukan kegiatan sosialisasi Percepatan Kepemilikan Akta Kelahiran dan menginstruksikan petugas di Kantor Catatan Sipil setempat untuk bekerja lebih profesional, katanya.

Menurut dia, sosialisasi Percepatan Kepemilikan Akta Kelahiran akan digalakkan sebagai salah satu cara untuk mendorong tertib administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.

Kegiatan sosialisasi itu penting digalakan karena kesadaran masyarakat untuk membuat akta kelahiran masih rendah.

Tidak sedikit masyarakat kabupaten ini menganggap akta kelahiran kurang penting, padahal muara dari berbagai data berawal dari pencatatan kependudukan dan sipil, ujar dia pula.(anjas)