Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


BPTP Bantu Solok Selatan Olah Sawah Baru        

0

Padang Aro, jurnalsumatra.com – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sukarami, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menurunkan tenaga penyuluh pertanian untuk memaksimalkan produksi lahan cetak sawah baru di Kabupaten Solok Selatan.
“Para penyuluh ini akan mendampingi para petani dalam mengolah lahan pertanian hasil cetak sawah baru agar produksinya meningkat,” kata Peneliti BPTP Sukarami, Dedi Azwardi, di Padang Aro, Kamis.
Ia mengatakan, permasalahan pertama lahan cetak sawah baru adalah kurangnya kesuburan tanah dan adanya keracunan zat besi, sehingga pada tanam awal kurang berhasil.
Untuk meningkatkan keberhasilan tanam ini, petani perlu diberikan pendampingan agar produksinya bisa meningkat dan masalah kesuburan tanah bisa diatasi.
“Kita akan terapkan sistem tanam jajar legowo serta pengairan cetak sawah ini tidak boleh banyak untuk menghindari keracunan zat besi,” katanya.
Akibat keracunan besi imbuhnya, tanaman padi akan menjadi kuning karena tanahnya masih baru dan belum sepenuhnya subur.
“Petani rata-rata masih rendah pemahamannya terkait hal ini, sehingga ketika tidak berhasil pada tanam pertama mereka langsung putus asa,” katanya.
BPTP akan memberi pendampingan teknologi dan melakukan sosialisasi teknologi sawah bukaan baru ini seperti teknologi LADO-21 dan teknologi Jajar Legowo.
Teknologi LADO-21, katanya, untuk mengatasi keracunan besi yang umum terjadi pada lokasi-lokasi sawah bukaan baru.
Di samping itu penerapan sistem tanam padi jajar legowo (jarwo) mempunyai beberapa kelebihan dan dapat meningkatkan hasil panen padi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Solok Selatan, Del Irwan, mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan TNI telah menuntaskan proses cetak sawah baru seluas 117,14 hektare pada 2016.
Dia mengatakan lima titik cetak sawah baru di Solok Selatan yaitu Kelompok Tani Sari Buah Nagari Ranah Pantai Cermin seluas sembilan hektare, Sahiliran Maliau Gadang Jorong Koto Rambah Nagari Lubuak Gadang Utara 45,46 hektare.
Selanjutnya di Sungai Bayu Subur Nagari Lubuak Gadang Utara 16,21 hektare dan dua titik di Jorong Gaduang Nagari Lubuak Gadang Timur masing-masing kelompok tani Rancak Saiyo 29,61 hektare yang dilakukan penanaman perdana, serta Mina Permata Lestari 16,86 hektare.
Khusus di Ranah Pantai Cermin, katanya sudah produksi satu kali dengan hasil 3,2 ton per hektare dan sekarang memasuki masa tanam kedua.
Sebelumnya, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0309 Solok, Letkol Infanteri Irwan Harjatmono meminta masyarakat agar areal sawah yang ada bisa dipertahankan, dan jangan sampai beralih fungsi agar swasembada pangan bisa dicapai.
“Masyarakat harus berusaha mempertahankan sawah yang ada dan jangan sampai berkurang sebab lahannya sudah sulit,” sebutnya.(anjas)