Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Karya Seniman Indonesia Tampil Di DDW London

0

        London, jurnalsumatra.com – Adanya cakram, itunes dan youtube untuk mengunduh atau mendengarkan musik dan lagu dari perangkat elektronik membuat tape rekaman lagu sudah tidak zaman lagi, justru  menjadi benda seni di tangan Andreas Siagian.
Seniman lintas disiplin dengan latar belakang pendidikan formal   mendapat tempat di gedung bergengsi Museum Victoria and Alberth (V&A) dalam pameran Digital Design Weekend (DDW) yang digelar akhir pekan.
“Bangga sih bisa menampilkan karya saya di museum bergengsi ini,” ujar Andreas Siagian, kepada Antara, Senin.
Dia menambahkan, bahwa program Digital Design Weekend yang diinisiasi British Council adalah dalam rangka pertukaran program diantara remaja kedua negara Indonesia dan Inggris khususnya di bidang seni dan teknologi.
Karya seni Andreas Siagian, insinyur sipil lulusan Atma Jaya Yogyakarta dengan mengunakan media tape bekas itu mendapat tempat dan ditampilkan bersama karya 100 seniman, desainer, insinyur, teknologis dari berbagai negara.
Selain menampilkan karya atau proyek yang sedang dikembangkan, Andreas juga diminta berbagi info dengan pengunjung pameran disain digital yang jumlahnya tahun lalu mencapai 14 ribu orang dalam sehari.

        Sementara pengunjung museum Victoria and Alberth  dari mancanegara yang jumlahnya mencapai 30 ribu ikut serta dalam instalasi interaktiv dan laboratorium serta  berdiskusi bersama  karya seni 100 seniman dari berbagai negara mengeni karya Andreas yang mengunakan media tape sebagai karya seni yang dapat menciptakan Mikrocontroler.
Museum V&A juga mengundang seniman dan teknologis digital dari Indonesia lainnya Miebi Sikoki untuk masing-masing membawa karya atau proyek yang sedang dikembangkan. Andreas bersama komunitas Lifepatch mempersembahkan 8-Bit Mixtape & Biosynth adalah  sebuah synthesizer kecil kompatibel yang diciptakan bersama  Marc Dusseiller, Budi Prakosa.
Disain Digital Andreas Siagian yang mengunakan bahasa digital  8-bit Mixtape itu menggunakan bahasa pemrograman processing yang dikembangkan berdasarkan Babygnusbuino dari Anyma dan “Simfoni algoritma berdasarkan 1 baris pemrograman” oleh Viznut. 8-bit Mixtape  dikembangkan dengan sumber terbuka. Biosynth adalah modul lokakarya yang dikembangkan  Hackteria dan Lifepatch untuk memperkenalkan elektronika dan biologi kepada  peserta lokakarya. Modul ini dirancang untuk berinteraksi terhadap material organik mahluk hidup. Elektronika yang dirancang akan memberikan sonifikasi menghasilkan bunyi yang berbeda .
Sementara itu secara terpisah Fungsi Ekonomi KBRI London, Hastin Dumadi mengatakan  partisipasi seniman Indonesia dalam program Digital Design Weekend yang diinisiasi British Council membuktikan karya desain Indonesia mendapat perhatian dan penghargaan dari luar negeri. Para desainer muda ini juga akan semakin mendapat banyak pengalaman dengan melihat karya-karya dari desainer lainnya. Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat kerja sama RI – Inggris yang ingin memperkuat kerja sama di bidang ekonomi kreatif, demikian Hastin Dumadi.(anjas)