Nelayan Mukomuko Keluhkan Angin Kencang

0

     Mukomuko, jurnalsumatra.com – Nelayan tradisional di Desa Pulau Makmur, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu mengeluhkan angin kencang dan gelombang tinggi melanda perairan laut setempat selama sebulan terakhir sehingga nelayan pulang lebih awal dari biasanya.
“Angin kencang dan gelombang tinggi selama sebulan ini membuat hasil tangkapan nelayan sedikit,” kata Kepala Desa Pulau Makmur Ramli, di Mukomuko, Minggu.
Ia mengatakan, mayoritas perahu motor nelayan yang berangkat pada pagi hari pulang lebih awal, dari biasanya sampai pukul 13.00 WIB, sekarang pukul 09.00-10.00 WIB sudah pulang.
Selain itu, katanya lagi, ikan hasil tangkapan dari perairan laut di wilayah itu juga tidak bisa diharapkan lagi karena tidak cukup untuk membiayai operasional melaut.
Dia mengatakan, sekarang ini nelayan di wilayah itu lebih banyak beristirahat di rumah sambil menunggu untuk bekerja sampingan sebagai petani padi.

     “Sekarang ini nelayan menunggu turun hujan untuk sumber pengairan sawahnya, mengingat seluas 450 hektare sawah di desa itu dan Kecamatan Ipuh merupakan sawah tadah hujan,” ujarnya pula.
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mukomuko Rahmad Hidayat memperingatkan nelayan tradisional yang menggunakan perahu motor di daerah itu, untuk mewaspadai angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan laut di wilayah itu.
Menurutnya, banyak nelayan pulang lebih awal karena mereka tidak berani mengambil risiko perahu motor karam diterjang gelombang tinggi.
Ia berharap, tidak ada perahu nelayan yang karam selama gelombang tinggi dan angin kencang melanda perairan laut di daerah itu.(anjas)