Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Korban Penyanderaan Batal Bertemu Gubernur NTT

0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Tiga warga negara Indonesia asal Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yang disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf batal bertemu dengan Gubernur NTT Frans Lebu Raya.
“Kami batal bertemu dengan pak gubernur hari ini. Padahal semalam kami berharap bisa bertemu dengan  menyampaikan rasa terima kasih kami kepada pak gubernur,” kata Teodorus Koten salah seorang korban penyanderaan yang telah bebas kepada wartawan di Kupang,” Selasa.
Sebelumnya tiga WNI yang sudah dibebaskan Lorensius Lagadoni Koten selaku juragan kapal serta Emanuel Arakian dan Teodorus Kopong masing-masing sebagai anak buah kapal telah tiba di Kupang pada Senin (27/9) malam menggunakan salah satu maskapai penerbangan nasional.
Mereka sebelumnya diculik di perairan Felda Sahabat, Tungku, Lahad Datu, Negara Bagian Sabah, Malaysia, beberapa waktu lalu oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf yang bermarkas di Filipina Selatan.

    Tiga WNI tersebut berasal dari Desa Latonliwo, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kami tadi sudah dari pkul 07.00 WITA berada di kantor gubernur tetapi sampai dengan saat ini belum ada tanda-tanda pak gubernur belum mau bertemu kami,” tuturnya.
Ia juga mengaku mengerti karena mungkin orang nomor satu di NTT itu sedang dalam tugas yang tidak bisa ditinggalkan.
Pantauan Antara, ketiga korban penyanderaan yang tiba di kantor gubernur itu, datang didampingi oleh Camat Tanjungbunga Ramon Piran dan Kepala Kesbangpol FLores timur Anderas Kewa Ama dan istri dari Laurensisu Koten.
Camat Tanjungbunga Ramon Piran juga mengaku telah menanyakan hal tersebut kepada Protokol dari Gubernur soal keberadaan gubernur.
Tetapi hingga pukul 11.30 WITA belum ada tanda-tanda apakah ketiga korban itu bisa bertemu dengan Gubernur atau salah satu pejabat di Pemerintah Provinsi.
“Tadi katanya pak Gubernur lagi ada acara di rumah jabatan, jadi kami diminta untuk tunggu saja,” tuturnya.
Ketiga korban penyanderaan tersebut, sore nanti akan diterbangkan ke Larantuka, Flores Timur untuk bisa bertemu dengan keluarga mereka di Kota itu baru kemudian pada Rabu (28/9) ketiga korban akan berangkat ke desa Latonliwo.(anjas)