Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Legislator: Pekerja Labuhanbatu Banyak Belum Peserta BPJS

0

     Medan, jurnalsumatra.com – Sejumlah tenaga kerja di berbagai perusahaan yang ada di Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara banyak yang belum diikutsertakan dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
Anggota DPRD Sumut Ariwibowo di Medan, Kamis, mengatakan, kondisi itu diketahui dalam kunjungan kerja ke Labuhanbatu bersama Komisi E DPRD Sumut baru-baru ini.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Komisi E DPRD Sumut melakukan pertemuan dengan sejumlah perusahaan di kantor bupati di Rantauprapat.
Dalam pertemuan itu, diketahui bahwa banyak perushaan yang tidak mendapatkan tenaga kerjanya sebagai peserta dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Jika mengacu pada terori “gunung es”, kemungkinan tenaga kerja di Labuhanbatu yang belum didaftarkan sebagai peserta BPJS lebih banyak.
Politisi Partai Gerindra tersebut mengaku sangat kecewa, sekaligus merasa prihatin karena tenaga kerja di Labuhanbatu kurang mendapatkan perlindungan.

     Padahal, jika dilihat dari jenis usaha yang dijalankan, banyak tenaga kerja di Labuhanbatu tersebut yang memiliki kerentanan dalam bekerja sehingga memerlukan perlindungan.
“Sungguh sangat mengecewakan. Data yang kami temukan tidak sesuai dengan harapan,” katanya tanpa menyebutkan nama perusahaan dimaksud.
Karena itu, kata Ariwibowo, Komisi E DPRD Sumut akan melakukan pemanggilan terhadap perusahaan-perusahaan di Labuhanbatu guna memastikan kepesertaan tenaga kerjanya dalam BPJS.
Pihaknya juga akan menembuskan surat pemanggilan tersebut ke Pemprov Sumut sebagai bentuk pengawasan terhadap kinejra Dinas Tenaga Kerja.
“Perusahaan wajib melindungi pekerjanya. Saya yakin, pasti masih banyak lagi perusahaan lain yang belum memasukan pekerjanya dalam jaminan BPJS,” katanya.
Selain kepesertaan BPJS, pihaknya juga akan mengkritisi pencemaran lingkungan di Labuhanbatu karena adanya perusahaan kepala sawit yang sembarangan dalam membuang limbah.
“Setelah dilihat ke lapangan, ada perusahan kelapa sawit yang membuang limbah ke saluran air, bukan ke penampungan,” ujar Ariwibowo.(anjas)

     Medan, jurnalsumatra.com – Sejumlah tenaga kerja di berbagai perusahaan yang ada di Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara banyak yang belum diikutsertakan dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
Anggota DPRD Sumut Ariwibowo di Medan, Kamis, mengatakan, kondisi itu diketahui dalam kunjungan kerja ke Labuhanbatu bersama Komisi E DPRD Sumut baru-baru ini.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Komisi E DPRD Sumut melakukan pertemuan dengan sejumlah perusahaan di kantor bupati di Rantauprapat.
Dalam pertemuan itu, diketahui bahwa banyak perushaan yang tidak mendapatkan tenaga kerjanya sebagai peserta dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Jika mengacu pada terori “gunung es”, kemungkinan tenaga kerja di Labuhanbatu yang belum didaftarkan sebagai peserta BPJS lebih banyak.
Politisi Partai Gerindra tersebut mengaku sangat kecewa, sekaligus merasa prihatin karena tenaga kerja di Labuhanbatu kurang mendapatkan perlindungan.

     Padahal, jika dilihat dari jenis usaha yang dijalankan, banyak tenaga kerja di Labuhanbatu tersebut yang memiliki kerentanan dalam bekerja sehingga memerlukan perlindungan.
“Sungguh sangat mengecewakan. Data yang kami temukan tidak sesuai dengan harapan,” katanya tanpa menyebutkan nama perusahaan dimaksud.
Karena itu, kata Ariwibowo, Komisi E DPRD Sumut akan melakukan pemanggilan terhadap perusahaan-perusahaan di Labuhanbatu guna memastikan kepesertaan tenaga kerjanya dalam BPJS.
Pihaknya juga akan menembuskan surat pemanggilan tersebut ke Pemprov Sumut sebagai bentuk pengawasan terhadap kinejra Dinas Tenaga Kerja.
“Perusahaan wajib melindungi pekerjanya. Saya yakin, pasti masih banyak lagi perusahaan lain yang belum memasukan pekerjanya dalam jaminan BPJS,” katanya.
Selain kepesertaan BPJS, pihaknya juga akan mengkritisi pencemaran lingkungan di Labuhanbatu karena adanya perusahaan kepala sawit yang sembarangan dalam membuang limbah.
“Setelah dilihat ke lapangan, ada perusahan kelapa sawit yang membuang limbah ke saluran air, bukan ke penampungan,” ujar Ariwibowo.(anjas)