Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


Papua – Polisi Belum Ungkap Pembunuhan Depan Denpom Timika

0

Timika, ,jurnalsumatra.com – Aparat Kepolisian Resor Mimika, Papua belum bisa mengungkap pembunuh Liberatus Lolonlun, warga Jalan Leo Mamiri Timika yang dianiaya orang tak dikenal pada Minggu (9/8) malam depan rumah bernyanyi Dewa Musik, tepat di depan Kantor Sub Denpom Timika.
Kapolres Mimika AKBP Yustanto Mudjiharso kepada Antara di Timika, Selasa, mengatakan penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi. Namun ada banyak versi terkait kasus tersebut sehingga masih terus didalami oleh penyidik.
“Sudah banyak saksi yang kami periksa. Ada beberapa versi. Ada yang mengatakan kejadian itu terkait perkelahian sebelumnya. Tapi ada juga yang punya versi tersendiri. Ini semua sedang kami dalami,” kata AKBP Yustanto.
Ia menegaskan kasus tersebut menjadi prioritas penyidik Polres Mimika untuk dapat menuntaskannya.
Selain itu, polisi juga masih terus mengembangkan penyidikan kasus penganiayaan hingga tewasnya prajurit TNI AD dari kesatuan Detasemen Kavaleri 3/Srigala Ceta Timika, Pratu La Sati di Jalan Agimuga-Mil 32 pada Sabtu (15/8) pagi.
Meski telah menangkap Fe yang merupakan pelaku utama pembunuhan Pratu La Sati, polisi terus masih menyelidiki kelompok atau jaringan Fe. Fe sendiri ditangkap di Jayapura pada Minggu (16/8).
Menutup wajah
Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Galih Wardani mengatakan polisi cukup kesulitan mengungkap pembunuh Liberatus Lolonlun lantaran pelaku menutup seluruh wajahnya dengan pakaian.
Hal itu terekam dari CCTV yang terpasang di pintu masuk rumah bernyanyi Dewa Musik.
“Dari gambar CCTV yang terekam, pelaku menutup seluruh wajahnya dengan pakaian sehingga cukup sulit untuk dikenali,” ujar Galih.
Liberatus Lolonlun tewas seketika saat dianiaya oleh seseorang dengan senjata tajam di depan rumah bernyanyi Dewa Musik pada Minggu (9/8) malam. Saat itu korban yang bekerja sebagai petugas pengamanan internal rumah bernyanyi Dewa Musik sedang bertugas. Pelaku juga menganiaya seorang warga lainnya yang benama Alexander.
Pembunuhan terhadap Liberatus kontan saja membuat marah warga asal Tanimbar, Maluku Tenggara Barat. Mereka memblokade ruas Jalan Leo Mamiri dan nyaris membakar rumah bernyanyi itu.
Keluarga korban memasang tenda duka di tengah jalan raya, tepat depan Kantor Subdenpom Timika untuk meletakkan jenazah  Liberatus.
Perwakilan keluarga Tanimbar, Ely meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.
“Kami minta polisi segera menangkap pelakunya. Tolong ini menjadi perhatian penuh pihak kepolisian dan Pemda Mimika mengingat sudah banyak warga kami dari Tanimbar yang menjadi korban pembunuhan di Timika tapi pelakunya banyak yang tidak terungkap,” kata Ely yang sehari-hari bekerja sebagai guru di SD Inpres Koperapoka Timika.(anjas)