Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Ratusan Pemohon E-KTP Bekasi Memprotes Penyetopan Layanan      

0

Bekasi, jurnalsumatra.com – Ratusan pemohon perekaman kartu tanda penduduk elektronik di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi, Jawa Barat, memprotes pemberhentian layanan akibat pemadaman listrik, Selasa.
“Saya sudah mengantre nomor pelayanan sejak pukul 06.30 WIB, tiba-tiba disetop karena listrik padam,” kata Bagio (51), warga Jalan Agus Salim, Bekasi Timur.
Penundaan seluruh layanan di Kantor Disdukcapil Kota Bekasi disampaikan sejumlah staf akibat imbas kebakaran yang melanda Gedung Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) yang ada di sebelahnya sejak pukul 08.30 WIB.
“Saya lihat listrik di ruko sebelah Disdukcapil sudah menyala, apakah ini alasan yang disengaja Disdukcapil karena tidak mau melayani pembuatan e-KTP warganya,” katanya.
Bagio yang datang bersama ratusan pemohon layanan mengaku kecewa dengan kinerja Disdukcapil mengingat kejadian kebakaran sama sekali tidak melanda kantor tersebut.
“Sebenarnya, tidak ada kaitan kebakaran dengan layanan kependudukan. Kalaupun akibat pemadaman, seharusnya ada listrik cadangan. E-KTP ini ‘kan penting karena kita dikasih tenggang waktu pembuatan,” ujarnya.
Karyawan swasta di Jakarta itu mengaku terpaksa membolos kerja demi meluangkan waktu untuk membuat e-KTP pada hari Selasa.
“Kalau begini caranya, saya harus bolos kerja lagi besok,” katanya.
Pantauan di Kantor Disdukcapil Jalan Ir. H. Djuanda, Bekasi Timur, Selasa siang, terlihat ratusan warga berdesak-desakan di pintu masuk utama Kantor Disdukcapil yang ditutup rapat dengan tralis besi.
Pada kaca sampingnya telah terpasang pengumuman “Mohon Maaf untuk Pelayanan Hari Ini Ditiadakan karena Jaringan Offline”.
“Ampun ‘deh’ bolak-balik ‘mulu’ dari pagi, tapi enggak ada hasil. Capek saya harus gendong anak dan bawa barang belanjaan,” kata Ismiati (40).
Ibu satu anak anak itu memprotes staf Disdukcapil yang terkesan acuh terhadap layanan kependudukan.
“Enak banget, stafnya pada pulang kerja dari pukul 09.00 WIB. Padahal, waktu pelayanan seharusnya hingga pukul 15.00 WIB,” katanya.
Staf Disdukcapil yang melayani keluhan pemohon, Eka Sutisna, meminta warga pemohon untuk kembali lagi pada hari Rabu (27/9).
“Nomor antrean yang hari ini dibagikan masih berlaku besok. Silakan datang lagi besok. Kami sedang ‘offline’,” katanya.
Ia mengarahkan para pemohon yang belum dapat nomor antrean untuk melakukan perekaman dan pencetakan e-KTP di kantor kecamatan masing-masing.
“Besok pelayanan sudah bisa berjalan normal lagi,” ujarnya.
Menurut dia, ada 800 nomor antrean e-KTP yang telah dibagikan sejak pagi tadi.(anjas)