Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Sismartianti Aswari Raih Gelar Bunda Paud

0

bunda-dapat-penghargaan-1Lahat, jurnalsumatra.com – Setelah sebelumnya bupati H Saifudin Aswari Rivai SE diberikan anugerah bintang jasa utama dari Presiden RI, Jokowi, kali ini giliran Ibu negara, Iriana Jokowi, Kamis (29/9) memberikan penghargaan kepada istri bupati Lahat, RR Sismartianti Aswari AMd sebagai bunda paud berprestasi tingkat nasional diantara 31 Kabupaten/Kota di Istana Negara, Jakarta.

Bunda Lisa, sapaan istri Bupati Aswari ini mendapatkan gelar bersama dengan 31 yang terbaik lainnya, dari kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan serupa. dimana anugrah yang disematkan oleh ibu Negara itu sendiri hanya 7 diberikan kepada perwakilan Sumatra dan Jawa.

Dikutip dari bagian Humas dan Protokol Pemkab Lahat, dalam sambutannya, Ibu Negara memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para bunda PAUD yang datang dari berbagai wilayah Indonesia, atas kontribusinya bagi bangsa dan negara, dan juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh lapisan masyarakat yang turut serta memajukan PAUD.

“Selamat kepada para bunda PAUD yang telah mendapatkan penghargaan ini. Kami bangga dan sangat berterima kasih atas semuanya,” ungkapnya.

Terpisah, bunda Lisa dalam rilisnya mengucapakan terima kasih kepada pemerintah yang telah menyemtkan penghargaan ini. Ini semua adalah kesuksesan bersama, dan tentunya dilapangan dirinya tidak bekerja sendiri, ada tim PAUD yang kita bentuk dan melibatkan instansi terkait yang dipimpin dinas terkait.

“Ini keberhasilan dan prestasi semuanya. Semuanya ini juga justru akan kami jadikan sebagai motivasi diri, untuk bisa lebih baik lagi kedepannya,” tegas Lisa.

Dilanjutkannya, pihaknya sendiri dilapangan kedepan tidak akan berhenti sampai disini saja, dikemukakannya, pihaknya sendiri sudah merencanakan inovasi lain untuk meningkatkan kualitas PAUD di Lahat. Nantinya, di Lahat sendiri sudah direncanakan pembangunan TK Inklusi, dimana adalah suatu sistem penyeleggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya.

“Pilot project selanjutnya adalah kita ingin menggabungkan anak-anak yang memiliki kelainan dengan anak normal dengan membangun TK  agar mereka memiliki rasa empati sehingga mereka bisa membaur,” tukasnya. (Din)