Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


NTT Dorong Petani Persiapkan Lahan Produksi

0

     Kupang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai mendorong petani di wilayah selaksa nusa itu mempersiapkan lahan pertaniannya, bibit, dan pupuk untuk kepentingan produksi pertanian pada musim tanam kedua 2016.
“Untuk beberapa wilayah di daratan Pulau Flores para petani di sana sudah bisa melakukan persiapan lahan untuk penanaman karena sudah memasuki hujan yang konsisten,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Timur Anis Tay Ruba kepada Antara di Kupang, Senin.
Menurut dia, sesuai dengan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kawasan Pulau Flores sudah memasuki musim hujan yang cukup konsisten. Hal itu tentunya akan sangat memberikan dukungan bagi kepentingan persiapan dan upaya penanaman bibit petani di lahan produksi masing-masing.
Sejumlah daerah yang sudah untuk segera melakukan penanaman di lintasan Pulau Flores, antara lain, di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Kabupaten Ngada.
“Daerah-daerah ini sudah kami minta untuk segera mempersiapkan lahan untuk menyambut musim tanam tahap dua ini,” kata Anis.
Untuk di Pulau Timor, masih belum seluruh wilayah bisa melakukan persiapan lahan untuk ditanam.
Hal itu karena hujan yang terjadi masih sangat sporadis dengan intensitas yang masih kurang.
Sesuai dengan laporan BMKG, untuk wilayah Pulau Timor, baru akan memasuki musim hujan di awal November mendatang. Oleh karena itu di beberapa wilayahnya belum bisa dilakukan persiapan tanam.
Persiapan lahan di kawasan wilayah Pulau Timor, seperti di Kabupaten Kupang, bisa dilakukan hanya dengan memanfaatkan sistem irigasi yang ada.

      “Jadi, untuk yang lahan tadah hujan belum bisa dilakukan penanaman. Diharap petani bisa menanti musim hujan agar tidak terjadi gagal,” katanya.
Dalam konteks persiapan lahan pertanian petani itu, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan juga menyediakan bibit bantuan padi dan jagung komposit untuk sejumlah kelompok tani yang membutuhkannya.
Selain bibit bantuan itu, para petani juga bisa mendapatkan bibit dan benih di setiap sentra pembibitan benih (penangkaran) yang tersebar di seluruh wilayah provinsi ini, terutama di sejumlah sentra pertanian.
“Para petani bisa mendapatkan benih di setiap tempat pembenihan (penagkaran) untuk dimanfaatkan di lahannya,” kata Anis.
Sejumlah lokasi penangkaran benih dan bibit yang dimiliki untuk dimanfaatkan para petani masing-masing di Desa Oesao, Kabupaten Kupang, wilayah Batu Putih di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Ponu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), serta Betun di Kabupaten Malaka.
Selanjutnya, untuk di daratan Pulau Flores ada di Mage Panda dan Waigete Kabupaten Sikka yang luas lahannya berjumlah 70 hektare, Boawae di Kabupaten Nagekeo, serta di Kabupaten manggarai Timur.
“Untuk daratan Pulau Sumba ada di kabupaten Sumba Timur dan daerah Kodi dan Waikelo di Kabupaten Sumba Barat Daya,” kata Anis.
Sejumlah lokasi penangkaran itu terus berporduksi pada musim kering dan akan dimanfaatkan bibitnya oleh petani pada musim hujan atau di sejumlah lahan beririgasi di daerah ini.
Dengan langkah pemanfaatan lahan untuk penangkaran itu, diyakini akan ada keberlanjutan penanaman di setiap daerah di wilayah provinsi ini setiap musimnya tanpa terganggu bibit.
Hal sama juga untuk kepentingan pupuk bagi keberlangsungan tanaman para petani.
Pada tahun 2016, NTT diberikan alokasi pupuk subsidi sebanyak 45.000 ton yang pengelolaannya diberikan langsung kepada para kelompok tani dengan membelinya di sejumlah kios penjualan pupuk bersubsidi.
Dengan sejumlah bantuan dan kesiapan yang diintervensi pemerintah itu, dia berharap para petani pada musim tanam kedua ini bisa meningkatkan produksinya untuk kepentingan kesejahteraannya di daerah ini.(anjas)