Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Bangkitnya Sentra Industri Genteng Margodadi Sleman

0

dra-suyamsih-m-pdSleman, jurnalsumatra.com – Desa Margodadi, Seyegan, Sleman – yang merupakan sentra industri genteng bagi Kabupaten Sleman – pada Rabu (5/10/2016) kemarin secara resmi dikukuhkan sebagai desa sentra industri genteng oleh Asekda Bidang Pembangunan Dra. Suyamsih mewakili Bupati Sleman, ditandai dengan penyerahan SK pengukuhan yang diterima Ketua Sentra Genteng Margodadi Marsono, didampingi Kepala Dinas Perindagkop Drs. Pustopo, Camat Seyegan Budi Sutamba, dan Kepala Desa Margodadi.

Industri genteng Margodadi, Seyegan, Sleman, telah berkontribusi besar terhadap kehidupan masyarakat Seyegan. Hal itu mengartikan bahwa maju dan mundurnya kegiatan industri genteng di Seyegan akan memberikan dampak langsung pada kehidupan masyarakatnya.

Menurut Suyamsih, saat ini di pasaran banyak produk-produk baru genteng dengan berbagai macam bahan dan model. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan usaha atap bangunan semakin ketat. Berkaitan dengan hal itu, Suyamsih berharap industri genteng Seyegan dapat memenangkan persaingan ini.

“Untuk memenangkan persaingan, para pengrajin genteng harus mau berinovasi dan memanfaatkan berbagai teknologi yang berkembang untuk mendukung industri genteng mulai dari proses produksi sampai dengan sistem pemasarannya,” terang Suyamsih

Pengrajin genteng Seyegan yakin dapat memenangkan persaingan karena setiap produk atap bagunan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Sehingga yang menjadi tantangan bagi pengrajin sekarang adalah bisa apa tidak mempublikasikan kelebihan-kelebihan dari genteng Seyegan sehingga dapat menarik minat masyarakat.

Nantinya, seperti dikatakan Ketua Sentra Genteng Margodadi, Marsono, semua pengrajin genteng di Seyegan khususnya dan Kabupaten Sleman umumnya, tetap gigih dan tidak mudah menyerah. ”Kami akan menghadapi setiap tantangan,  bahkan hambatan, dengan kerja keras dan kesungguhan berusaha untuk terus meraih sukses,” kata Marsono, Kamis (6/10/2016).

Ditambahkan Marsono, setiap kegiatan yang menyangkut kontrak kerja pembangunan di Sleman selalu menggunakaan genteng Sleman, dalam hal ini genteng Godean atau Seyegan. “Agar keberadaan genteng Godean dan Seyegan tetap eksis, maka harus selalu mempertahankan kualitas dan punya ciri khas tersendiri,” kata Marsono.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Kabupaten Sleman, Drs. Pustopo, menjelaskan, tujuan pengukuhan sentra industri genteng untuk meningkatkan kompetensi sentra dalam kancah ekonomi global, khususnya dalam cabang industri kimia bahan bangunan. “Juga untuk meningkatkan peran serta  kelembagaan sentra dalam pemberdayaan ekonomi melalui sentra industri kecil,” kata Pustopo. (affan)