Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


KONI Evaluasi Keikutsertaan Sultra Di Pon XIX        

0

Kendari, jurnalsumatra.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tenggara akan mengevaluasi keikutasertaan daerah ini pada Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 Jawa Barat.
Ketua Umum KONI Sultra Lukman Abunawas di Kendari, Senin, mengatakan PON adalah kompetisi tertinggi di Tanah Air yang pesertanya adalah atlet-atlet terbaik utusan KONI provinsi se-Indonesia.
“KONI Sultra memastikan ada evaluasi pasca PON XIX untuk mengukur perkembangan pembinaan atlet. Bukan mencari salah dan benar di kalangan pengurus cabang olahraga,” kata Lukman.
Evaluasi keikutaertaan 14 cabang olahraga pada ajang PON  bertujuan mengetahui kelemahan sekaligus keunggulan pembinaan para atlet untuk dilakukan perbaikan di masa mendatang.
“Kelemahan perlu diketahui untuk pembenahan dan keunggulan dapat dijadikan motivasi demi pembinaan atlet berkelanjutan,” katanya.
Berdasarkan evaluasi tersebut, kata dia, KONI Sultra akan merekomendasikan kualifikasi cabang olahraga unggulan dan non unggulan sebagai acuan pembinaan secara kontinyu.
Pada PON XIX Sultra mengoleksi 6 medali emas, 4 perak dan 4 medali perunggu.
Satu medali emas dari cabang olahraga sofbol berangkat ke PON dengan biaya bersumber dari swadaya pengurus karena KONI memandang sofbol sebagai cabang olahraga tidak berprestasi.
Ketua DPRD Sultra Rahman Shaleh mengatakan koleksi lima medali emas dari cabang dayung tidak menggembirakan tetapi suka atau tidak harus diterima dengan beberapa catatan.
Beberapa hal yang patut menjadi catatan adalah singkatnya waktu pelatihan terpusat selama dua bulan lebih, tidak ada uji coba sebelum berlaga di arena PON, polemik asupan gizi dalam pelatda dan belum menyatunya persepsi antarpengurus cabang olahraga maupun antarpengurus cabang olahraga dengan pengurus KONI.
“Beberapa fakta yang saya beberkan di atas semata-mata untuk perbaikan. Kalau ada pihak yang tidak menerima atau menyikapi dengan emosi maka lebih baik kesampingkan,” kata Rahman yang juga Ketua PODSI Sultra.
Para atlet, para pelatih, pengurus cabang olahraga serta pengurus KONI diharapkan menimba pelajaran berharga dari kegagalan sejumlah olahraga merebut medali pada PON Jawa Barat lalu.(anjas)