Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Melawan Korupsi dengan Pena

0
aufal

Penulis: Muhammad Aufal Fresky (Alumnus Progam Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Airlangga)

Indonesia adalah salah satu negri yang tiap harinya selalu disuguhi dengan berbagai macam masalah. Hal tersebut terbukti dengan maraknya pemberitaan media cetak maupun online terkait masalah bangsa. Salah satu permasalahan terbesar negri ini yaitu terkait korupsi. Banyak hal yang bisa kita temukan terkait korupsi, semisal tentang pelaku kejahatan tersebut, intitusi yang menanganinya, dalam hal ini yaitu KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), peran masyarakat dalam ikut andil memberantas korupsi dan sebagainya. Salah satu pengertian sederhana dari korupsi yaitu pengambilan uang negara secara secara sembunyi-sembunyi maupun terbuka yang dilakukan oleh individu maupun kelompok orang, yang mana dalam proses pengambilan tersebut melanggar hukum yang berlaku. Banyak akibat buruk dari korupsi, diantaranya tidak tersalurkannya uang yang seharusnya menjadi hak rakyat, sehingga menyebabkan  masih banyak rakyat miskin yang kita temui. Korupsi juga menyebabkan negara mengalami kerugian sejumlah miliaran, sehingga banyak uang yang seharusnya menjadi dana untuk infrastruktur publik hilang ditangan para koruptor. Lantas yang menjadi pertanyaan penting adalah apakah upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi hanyalah tugas dari KPK dan aktivis anti korupsi?

Jawabannya adalah kita semua sebagai masyarakat Indonesia mempunyai tanggung jawab moral untuk melakukan perlawanan.Hal tersebut dikarenakan melwan korupsi adalah bisa dikatakan sebagai bentuk perjuangan dan pendabdian kepada Ibu Pertiwi. Memberantas korupsi meliput banyaka aspek, karena yang kita ubah adalah watak, perilaku dan budaya manusia indonesia. KPK sudah cukup baik memberikan perannya dalam memberantas korupsi, namun jika budaya tersebut masih melekat di kalangan birokrat daerah maupun pusat, maka perlu sinergitas dan kordinasi semua pihak dalam mencegah dan meminimalisir kasus korupsi. Salah satu bentuk perlawanan yang bisa dilakukan yaitu dengan cara tulisan. Artinya kita bisa melawan korupsi dengan alat yaitu pena. Sehingga setiap orang bisa melakukan pencegahan dan perlawanan terhadap korupsi. Hal tersebut mengingat korupsi terkait dengan mental dan perilaku para birokrat. Oleh karena hal tersebut, masyarakat Indonesia terutama generasi bangsa perlu memberikan tulisaan kritis dan gagasan progresif terkait upaya untuk mencegah terjadinya korupsi.

Korupsi terkait dengan moral para pejabat, karena pejabat yang menjadi koruptor sudah tidak lagi mengindahkan norma agama dan norma hukum. Bahkan kejujuran dalam menjalankan amanahnya sudah lama dilupakan. Ibarat pemain sandiwara, koruptor adalah pemain utama yang begitu lincah memainkan perannya di atas panggung. Hal tersebut untuk mencegah kecurigaan di tengah masyarakat. Terkait dengan itu tulisan-tulisan yang membangun terkait pentingnya kejujuran perlu di sebarkan di berbagai media hingga semua masyarakat Indonesia bisa mengetahui dan mengerti terkait pentingnya budaya jujur dan bahaya korupsi. Ketika masyarakat Indonesia membaca tulisan tersebut otomatis pembaca akan berfikir bahwa korupsi merupakan salah satu bentuk kejahatan. Salah satu bentuk tulisan yang progresif yaitu tulisan yang memberikan keadaan korupsi di Indonesia lalu menguraikan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya korupsi dan diakhiri dengan kesimpulan bagaimana seharusnya msyarakat Indonesia bersikap terkait budaya korupsi yang semakin subur.

Melawan korupsi dengan pena adalah salah satu bentuk perlawanan dengan cara membangun watak dan kepribadian luhur masyarakat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara. Sehingga ketika ada celah dan kesempatan untuk melakukan korupsi, orang/ kelompok tersebut akan berfikir dua kali untuk melakukannya. Tulisan terkait upaya pencegahan korupsi juga mencerminkan upaya membangun budaya kejujuran di tengah masyarakat. Tulisan bisa berbentuk artikel populer maupun sastra seperti puisi mapun cerpen. Lebih bagus lagi jika tulisan tersebut berbentuk buku, karena dengan buku tersebut maka jiwa masyarakat mudah-mudahan bisa terdidik dengan baik. Upaya pencegahan dan perlawanan terhadap korupsi merupakan salah satu bentuk kepedulian masyarakat terhadap bangsanya. Masyarakat yang tak peduli adalah masyarakat yang apatis, bahkan tidak mengetahui bahwa korupsi telah membunuh karakter dan kemajuan masyarakat itu sendiri.

Solidaritas dalam upaya perlawanan korupsi itu sangat diperlukan. Solidaritas bukan hanya sebuah kepedulian semu, tetapi kepedulian yang datangnya dari kesadaran batin terkait nasib bangsanya ke depan. Semua kepedulian itu bisa diwujudkan dalam bentuk karya/ tulisan. Perlu disadari bahwa tulisan adalah kumpulan ide yang bisa menyadarakan masyarakat bahkan bisa mengubah budaya masyarakat. Seperti yang sudah disebutkan tadi bahwa tulisan adalah salah satu bentuk perjuangan dan pengabdian. Masyarakat perlu memahami bahwa para pendiri bangsa telah mencontohkan bentuk perjuangan melalui pena dan tulisan. Hal tersebut dibuktikan ketika Bung Karno sedari muda gigih melawan kolonialisme dan Imprealisme melalui artikel. Waktu itu Bung Karno memakai nama samaran Bima dalam salah satu artikelnya yang diterbitkan oleh majalah Otoesan Hindia.

Kesimpulannya adalah kepada segenap masyarakat Indonesia, marilah melawan korupsi dengan untaian kata-kata, karena itu adalah bentuk pengabdian kepada bangsa.