Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Pelabuhan Rakyat Batam Masih Rawan Penyelundupan Narkoba

0

Batam, jurnalsumatra.com- Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepri menyatakan berbagai pelabuhan rakyat di Batam masih rawan digunakan sindikat intrnasional untuk menyelundupkan narkoba yang dikendalikan dari Malaysia.
“Pelabuhan rakyat Batam masih rawan penyelundupan narkoba asal Malaysia. Apalagi penwasanan di pelabuhan resmi makin ketat,” kata Kepala BNN Kepri Kombes Pol Benny Setiawan di Batam, Selasa.
Ia mengatakan, banyak kasus pengungkapan jaringan narkotika internasional yang dikendalikan dari Malaysia memanfaatkan pelabuhan rakyat untuk memasukkan narkoba ke Batam selanjutnya dikirim ke daerah lain di Indonesia.
“Jumlah yang melalui pelabuhan rayat juga lebih banyak. Bisa beberapa kilo. Sementara kasus penyelundupan melalui pelabuhan resmi, biasanya hanya sekitar 2 ons,” kata dia.
Wilayah Kota Batam yang terdiri dari banyak pulau dan bisa diakses langsung dari Malaysia  dengan menggunakan jalur laut membuat sangat rawan dimanfaatkan oleh jaringan-jaringan narkotika internasional.
“Upaya pencegahan harus melibatkan banyak instansi. Makanya kami terus berkoordinasi dengan instansi lain khususnya yang bertugas diperairan untuk mencegah masuknya narkoba ke Batam dan Kepri,” kata Benny.
Selain memanfaatkan TKI nonprosedural yang hendak kembali ke Tanah Air, kata Benny, biasanya jaringan narkotika internasional menggunakan warga negara Malaysia sebagai kurir untuk mengantar barang terlarang tersebut ke Batam.
Dari Batam, sabu tersebut biasanya dikirim ke wilayah lain di Indonesia melalui penerbangan dan jalur laut.
“Para TKI sudah paham ancaman hukuman jika mau menjadi kurir sangat besar. Sehingga banyak menolak. Saat ini polanya jaringan tersebut menggunakan warga Malaysia yang juga pengguna narkoba untuk mengirimkan sabu tersebut,” kata dia.
Sejak awal 2015, kata dia, sekitar 10 orang warga asing khususnya Malaysia sudah ditangkap saat berupaya menyelundupkan sabu ke Batam.
“Jumlah itu belum termasuk yang ditangkap polisi atau Bea Cukai. Itu hanya yang ditangkap langsung oleh BNN,” kata Benny.(anjas)