Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


BMKG: Titik Panas Di Sumatera Turun Drastis

0

    Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan jumlah titik panas di Pulau Sumatera terdeteksi mengalami penurunan drastis karena hanya terdeteksi dua titik saja.
“Pagi ini, satelit menemukan dua titik panas di Sumatera. Kemarin (Ahad, 9/10), satelit deteksi 18 titik tersebar di tiga provinsi,” ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru, Senin.
Dia merinci dua titik panas tersebut terpantau masing-masing berada di Sumatera Utara satu titik dan di Riau satu titik.
Padahal kemarin, lanjutnya, kedua provinsi itu memberi sumbangan total delapan titik panas karena di Riau terdapat tujuh titik dan Sumatera Utara satu titik.
Titik panas terbanyak pada Ahad (9/10) disumbang oleh Sumatera Barat dengan jumlah 10 titik panas dengan tingkat kepercayaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di atas 50 persen.
“Untuk pagi ini, satu titik di Riau terpantau berada di Kabupaten Indragiri Hilir. Atau tepatnya di Kecamatan Gaung Anak Serka dengan tingkat kepercayaan kebakaran 65 persen,” katanya.

    Hingga kemarin dilaporkan, helikopter tipe Sikorsky berkemampuan mengangkut empat ton air terus memadamkan karhutla di kawasan Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.
“Pagi ini heli kembali dilakukan pengeboman air di koordinat N 00 26 20 E 101 18 26, Rimbo Panjang,” kata anggota tim udara Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Riau, Mayor Ferry Duwantoro.
Titik api di Kampar menjadi prioritas untuk segera ditanggulangi karena berbatasan langsung dengan Pekanbaru yang berpotensi menimbulkan kabut asap dan mengganggu penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.
Pengeboman air di lokasi itu telah dilakukan dalam lima hari terakhir. Terakhir, Sabtu (8/10) dengan jumlah total 750 ton air telah ditumpahkan ke lokasi tersebut.
Sikorsky merupakan salah satu helikopter andalan tim udara Satgas dari total lima helikopter bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bebernya.
Heri, anggota Masyarakat Peduli Api Kampar ikut melakukan pemadaman bersama TNI di Rimbo Panjang dalam lima hari mengatakan, titik api di lokasi itu terbilang sulit untuk ditaklukkan karena memiliki kedalaman gambut.
“Kita tim darat terus berupaya agar titik api tidak meluas,” katanya.(anjas)