Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


BPBD Lebak Ingatkan Warga Waspadai Angin Kencang

0

     Lebak, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten mengingatkan warga di 28 kecamatan untuk mewaspadai angin kencang selama masa pancaroba dari musim kemarau ke musim hujan.
“Kami minta warga meningkatkan kewaspadaan angin kencang itu agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material,” kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Senin.
Peringatan kewaspadaan angin kencang tersebut menyusul cuaca buruk yang melanda Kabupaten Lebak.
Cuaca buruk tersebut hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir yang diperkirakan berlangsung satu pekan ke depan.
Peluang cuaca buruk terjadi siang, sore hingga malam hari dengan tiupan angin cukup kencang, bahkan beberapa pohon tumbang.
Karena itu, pihaknya meminta warga agar meningkatkan kewaspadaan jika cuaca buruk berlangsung dengan tidak berlindung di pohon besar dan tanah lapang, karena khawatir menjadi korban bencana alam.
Apalagi, wilayah Kabupaten Lebak dipetakan sebagai daerah langganan bencana alam seperti banjir, longsor dan angin kencang.

     “Kami berharap peringatan kewaspadaan itu dapat mengurangi resiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material cukup besar,” katanya.
Menurut dia, saat ini berdasarkan laporan BMKG Banten diperkirakan kecepatan angin di atas 32 knot atau 60 kilometer per jam dan bergerak dari arah selatan.
Kecepatan angin itu tentu bisa menimbulkan bencana alam, sehingga warga yang tinggal di daerah dataran tinggi diharapkan waspada, sebab peluang cuaca buruk itu akan terjadi sore hingga malam hari.
“Biasanya, angin kencang terjadi sore hari setelah diguyur hujan dengan kapasitas lebat dan sedang,” katanya.
Sementara itu, Camat Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Yenny Mulyani mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam agar meningkatkan kewaspadaan sehingga tidak menjadi korban jiwa.
Masyarakat yang rawan bencana alam itu antara lain di lokasi daerah aliran sungai (DAS) yang kerapkali menimbulkan banjir dan longsor.
Selain itu juga warga yang tinggal di daerah daratan tinggi cukup berpotensi terjadi bencana angin kencang.
“Kami sudah menyebarkan kepada enam desa agar meningkatkan waspada jika cuaca buruk berlangsung,” katanya.(anjas)