Dewan Pendidikan Tangerang Apresiasi SATGAS Anti-Merokok      

0

Tangerang, jurnalsumatra.com – Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang, Banten, mengapresiasi secara positif kinerja satuan tugas anti-merokok di tiap sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di wilayah ini.
“Kalau tidak ada sanksi tegas bagi pelanggar, dapat dianggap angin lalu saja,” kata Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang Eny Suhaeni di Tangerang, Jumat.
Eny mengatakan pihaknya banyak mendapatkan laporan bahwa pelanggar merokok di sekolah tidak kena sanksi yang tegas, seolah ada “pelecehan” terhadap kerja Satgas itu.
Pernyataan tersebut dikemukakan sehubungan dengan rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Tangerang memasukkan pengetahuan tentang bahaya merokok ke  kurikulum pelajaran untuk anak sekolah dasar (SD) setempat.
Hal itu terkait Kementerian Pendidikan telah mengeluarkan Permendikbud No. 64 tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah sehingga perlu untuk ditaati dan dilaksanakan.
Kepala Disdik Pemkab Tangerang Teteng Jumara mengatakan untuk mendukung program tersebut perlu dibentuk terlebih dulu Satgas.
Satgas tersebut juga bekerja untuk menyiapkan kurikulum dan melakukan sosialisasi kepada masing-masing sekolah.
Direncanakan awal tahun ajaran 2017, kurikulum tentang bahaya merokok tersebut sudah disampaikan kepada anak didik.
Kurikulum tersebut sangat penting karena bahaya merokok dapat dijelaskan kepada murid sejak dini dengan tujuan mereka tidak melakukan karena dapat membahayakan kesehatan.
Eny menambahkan pihaknya mendukung program larangan merokok di lingkungan sekolah karena banyak pihak lain yang terganggu akibat ulah perokok.
“Permendikbud itu di antaranya agar guru dan pengelola menerapkan disiplin agar tidak merokok di lingkungan sekolah,” katanya.
Para guru harus menjadi contoh kepada anak didik supaya disiplin, bukan sebaliknya merokok di lingkungan sekolah menyebabkan udara sekitar tercemar dan dapat mengganggu kesehatan.
Bahkan Kepala Disdik supaya memberikan sanksi yang tegas kepada kepala sekolah atau guru yang kedapatan merokok di sekolah, bila perlu dengan pemecatan agar ada efek jera sebagai pendidik. (anjas)