Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Gorontalo Utara Perketat Pengamanan Jalur Trans Sulawesi

0

     Gorontalo, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara memperketat pengamanan di sepanjang jalur trans Sulawesi, khusus bagian barat kabupaten ini mulai dari Kecamatan Anggrek hingga paling ujung Tolinggula.
Wakil Bupati Roni Imran, Senin di Gorontalo mengatakan, insiden meninggalnya siswa SMP Tsanawiyah Kecamatan Monano Desa Tolitehuyu, akibat melompat dari mobil tumpangan untuk menyelamatkan temannya yang diduga mendapat tindakan pelecehan seksual, sangat diseriusi pemkab.
Hal itu terjadi akibat minimnya pengawasan dan pengamanan di jalur trans tersebut ditambah lagi akses transportasi publik sangat minim.
Bekerjasama dengan tim satuan pengamanan pemerintah daerah yang di dalamnya terdapat unsur TNI dan Polri di setiap wilayah kecamatan, diharapkan akan terus mengoptimalkan pengawasan dan pengamanan di sepanjang jalur trans Sulawesi.
Roni mengurai keprihatinannya terhadap tingginya kasus kejahatan seksual bagi anak dan perempuan di daerah ini.

     “Persentasenya cukup tinggi, bahkan merupakan kasus kriminalitas tertinggi di daerah ini,” ujarnya.
Termasuk peristiwa yang menimpa salah satu siswa SMP Tsanawiyah Kecamatan Monano, yang mengalami tindakan pelecehan seksual saat menumpang di kendaraan pengangkut barang yang melintas di wilayah tersebut.
Dua pelajaran penting yang perlu diseriusi pemkab kata Roni adalah, optimalisasi pengamanan di sepanjang jalur trans Sulawesi, kerja sama lintas sektor termasuk pemerintah desa, kecamatan dan TNI/Polri serta sekolah-sekolah di wilayah kecamatan terjauh, untuk meningkatkan pengawasan khususnya terhadap pelajar yang bermukim jauh dari sekolahnya.
Serta teguran keras bagi pemkab, untuk meningkatkan transportasi publik termasuk bus antar jemput siswa khususnya di wilayah-wilayah yang tidak memiliki transportasi publik memadai.
Diakui Roni, saat ini bus sekolah gratis belum optimal melayani pelajar yang tinggal jauh dari sekolahnya.
“Jumlah bus masih sangat terbatas, baru bisa melayani wilayah Kecamatan Atinggola, Tomilito dan Anggrek dan sebagian Kwandang, sehingga pemkab akan berupaya mengalokasikannya tahun 2017 mendatang, termasuk mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia berharap, langkah peningkatan pengamanan jalur trans Sulawesi, menjadi solusi menekan angka kriminalitas di daerah ini.(anjas)