Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


BMKG: Belum Ada Gempa Susulan Halmahera Barat    

0

Manado, jurnalsumatra.com – Kepala Stasiun Geofisika, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  Manado, Sulawesi Utara, Robert Owen Wahyu mengatakan, belum ada gempa susulan pascagempa Halmahera Barat, Maluku Utara, Minggu (9/10) malam.
“Hasil monitoring BMKG hingga pagi ini belum terjadi gempa bumi susulan,” kata Robert di Manado, Senin.
Meski demikian, dia berharap masyarakat di Halmahera Barat, Pulau Mayou, dan Sulawesi Utara tetap tenang karena gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Menurut dia, gempa bumi Halmahera Barat ini jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya merupakan jenis gempa bumi menengah sehingga wajar jika spektrum guncangannya terjadi dalam wilayah yang luas hingga Sulawesi Utara.
Pembangkit gempa bumi ini diperkirakan karena terjadinya deformasi batuan pada slab lempeng Laut Maluku pada kedalaman 133 kilometer di bawah lepas pantai Halmahera Barat.
Sebagai sistem subduksi dobel, selain menunjam ke barat di bawah Sangihe hingga 600 kilometer, maka di bawah busur Halmahera, zona benioff lempeng Laut Maluku juga menunjam ke timur mencapai kedalaman hingga 300 kilometer.
“Patut disyukuri bahwa dengan kedalaman hiposenter gempa menengah ini menjadikan potensi terjadinya tsunami sangat kecil,” katanya.
Menurut Robert, di zona ini dalam tiga tahun terakhir memang mengalami peningkatan aktivitas kegempaan yang cukup signifikan.
Hari Minggu (9/10), wilayah Halmahera Barat dan Sulawesi Utara diguncang gempa bumi tektonik.
Hasil analisis BMKG berdasarkan pemutakhiran data menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi pukul 21.46.27 WIB dengan kekuatan M=5,8 (sebelumnya M=6,2).
Pusat gempabumi terletak pada koordinat 1,80 LU dan 127,49 BT, tepatnya di laut pada jarak 40 km arah barat Kota Galela, pada kedalaman 133 km.
Hasil analisis tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan kuat  pada skala intensitas II SIG BMKG (III-IV MMI) dirasakan di Jailolo, Galela, Morotai, Pumadada, Tahafo, Kedi, Tolofu dan Pulau Mayou.
Guncangan kuat juga dirasakan hingga Tondano, Bitung, Kotamobagu, dan Manado, di Sulawesi Utara.
“Laporan dari berbagai daerah terdampak guncangan, gempabumi ini dirasakan sangat kuat. Banyak warga yang belum tidur berhamburan keluar rumah. Bahkan tamu-tamu hotel di Kota Manado banyak yang panik dan keluar hotel untuk menyelamatkan diri,” katanya.(anjas)