Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


DPRD Lahat Cross Check Terkait TKA

0

logo dprd lahatLahat, jurnalsumatra.com – Terkait dengan banyaknya tenaga kerja asing (TKA) yang berada di perusahaan batubara maupun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) beroperasi di Kabupaten Lahat, maka, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lahat akan cross check kepada Disnakertrans terkait banyaknya tenaga kerja asing (TKA) di beberapa perusahaan batubara maupun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) beroperasi di Kabupaten Lahat.

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Marwan Ardiansyah mengatakan, persoalan TKA yang bekerja di Lahat sah-sah saja, akan tetapi, dilihat dulu visa yang dipergunakannya, izin kerjanya berapa lama maupun KITAS. Hal ini jangan sampai peristiwa terdahulu terulang kembali, dimana, terdata di dinas terkait tidak sesuai dengan perusahaan, sehingga hal tersebut menyalahi ketentuan berlaku.

“Kemungkinan besar, mungkin akan kita panggil atau berkomunikasi dengan instansi tersebut, sehingga mendapatkan data-data Valid baik di lapangan, supaya sama-sama tidak merugikan,”ujarnya.

“Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Kabupaten Lahat, Ir H Ismail Hanafi MTA melalui Kepala Bidang (Kabid) Penta Kerja dan Perluasan Kerja, Suhana SE mengatakan, berdasarkan data per September 2016 setidaknya ada 122 TKA bekerja di perusahaan.

“116 TKA asal Cina bekerja di PT CHD Power Plant, PT SMS satu orang dari Malaysia, PT Thalindo Bara Pratama sebanyak dua orang asal Thailand dan PT CNEE berkewarganegaraan Cina berjumlah tiga pekerja,”jelasnya.

Ia menjelaskan, kendati demikian, pihaknya terus melakukan pegawasan terhadap TKA yang bekerja di wilayah hukum Indonesia umumnya dan Kabupaten Lahat khususnya, sehingga dapat terpantau serta didata keberadaannya.

“Perusahaan yang mempekerjakan TKA wajib melaporkan kepada Disnakertrans, hal tersebut memang sudah ada ketentuannya,” ucap Suhana secara tegas. (Din)