Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


PLN Bangun Lima GI

0

budi-pangestuPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Untuk Mempersiapkan pasokan energi listrik di Sumsel jelang Asian Games 2018 nanti. PLN akan membangun 5 gardu induk (GI) yang sekarang sudah ada 2 gardu yang sudah di bangun di jakabaring dan dikenten dan 3 nya masih dalam prosed pembangunan dan ditarget selesai sebelum Asian Games.

“saat ini sudah dibangun 2 gardu di wilayah Jakabaring dan Kenten. Masing-masing dengan kapasitas 60 MVA,”ungkap GM PLN WS2JB, Budi Pangestu usai Rapat dengan Gubernur, dipemprov sumsel kamis (13/10).

Dia juga mengatakan, kapasitas 60 MVA sudah bisa mengcover 60.000 pelanggan.Dengan adanya 1 gardu di Jakabaring, khususnya di sport center, maka suplai listrik kesana lebih dekat. Selain itu juga untuk menyuplai LRT yang saat ini sedang dibangun,”

“Sementara untuk 3 gardu lainnya Kata Budi akan selesai sebelum Asian Games. Kita targetkan 3 gardu itu di 2018 sudah selesai,”harapnya.

Diatanya soal Mengenai suplai pembangkit listrik di Kota Palembang saat ini kata Budi masih disuplai wilayah Selatan Palembang.Untuk itu kita perlu juga pasokan listrik dari wilayah Utara sebagai penyeimbang dan saat ini sedang kita proses untuk pembangunan tower,

“Pembangunan tower saat ini difokuskan di wilayah Betung – Sekayu. Hanya saja pembangunan tower di wilayah ini masih terkendala pembebasan lahan khususnya di kawasan hutan. GI nya sudah jadi sejak 3 tahun lalu namun belum beroperasi karena transmisinya belum selesai,” ujarnya.

Lanjutnya.Namun pembangunan transmisi Betung- Sekayu ditargetkan selesai tahun ini. Sekarang sedang dikerjakan konstruksinya dan stringinnya. Target Betung-Sekayu akhir tahun ini,

“Nantinya disepanjang jalan Betung- Sekayu akan dibangun 108 tower .Untuk itu kita minta bantuan pemprov untuk pembebasan lahan dan ROW. Karena bagaiman kita bisa bangun disana kalau dihalang-halangi terus,

“Pembangunan tower PLN disepanjang Betung-Sekayu masih terkendala pembebasan lahan kawasan hutan. Pasalnya masyarakat yang tinggal di kawasan hutan meminta ganti rugi dengan nilai yang sama dengan wilayah di luar kawasan hutan.

Kami tetap optimis masalah pembebasan lahan dan ROW ini segera selesai. Tentunya kami juga mengharapkan dukungan dari semua stakeholders,” tutupnya.(MaDoN)