Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Pasar Induk Di Bondowoso Ambruk

0

    Bondowoso, jurnalsumatra.com – Pasar Induk di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis siang, ambruk saat sedang dalam proses pembangunan hingga mengakibatkan lima orang kuli bangunan yang sedang bekerja terluka karena tertimpa reruntuhan material bangunan.
Salah seorang warga Kecamatan Tamanan, Eva Agustina, selaku saksi mata, mengaku terkejut saat proyek pembangunan itu ambruk dan sejumlah warga yang sedang berbelanja sempat berteriak karena kaget mendengar kerasnya material bangunan yang ambruk tersebut.
“Saya sempat berbelanja di sekitar pasar, karena saya dekat dengan lokasi kejadian dan saya lihat ternyata para pekerja yang terluka itu langsung dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Ia mengaku kecewa dengan ambruknya Pasar Induk Bondowoso yang berada di tengah-tengah kota. Dalam mengerjakan proyek seharusnya benar-benar serius mengawasi proses pembangunan, sebab pasar merupakan tempat umum atau tempat orang-orang melakukan transaksi jual beli.

     Menurut dia, pemerintah setempat mengevaluasi kembali pembangunan pasar yang direncanakan selesai pada 2017, apalagi dana untuk pembangunan pasar tahap pertama itu mencapai sekitar Rp21 miliar yang sumber anggarannya dari APBD Provinsi Jawa Timur.
Informasi di lapangan, ambruknya bangunan Pasar Induk Bondowoso bermula saat lima orang pekerja sedang melakukan pengecoran di bagian atap lantai dua. Ketika mengisi material cor itulah tiba-tiba ambruk dan diduga penyangga tidak kuat menahan beban dan ambruk.
Lima orang pekerja yang berada di tengah bangunan itu terjatuh bersamaan dengan ambruknya bangunan dan tertimpa material bangunan. Empat korban yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, sedangkan satu korban lainnya mengalami luka yang cukup serius dan harus dilarikan ke rumah sakit di Jember.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Bambang Sukwanto mengatakan bahwa saat terkait ambruknya bangunan Pasar Induk Bondowoso sudah ditangani pihak kepolisian setempat.
“Saya tidak bisa banyak komentar, karena untuk pelaksana proyek pembangunan pasar tersebut adalah Dinas Binamarga dan Cipta Karya. Nanti kalau selesai pembangunannya baru diserahterimakan pada Diskoperindag,” ucapnya.(anjas)