Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Fun Card untuk Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam

0

siti-aminah1Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Belajar materi Pendidikan Agama Islam (PAI) dinilai banyak peserta didik sebagai aktivitas yang membosankan. Oleh karenanya, Fun Card dinilai sebagai salah satu solusi untuk memotivasi peserta didik dalam belajar PAI.

Fun card merupakan kartu bantu belajar berisi soal-soal dan jawaban yang digunakan dalam bentuk permainan.

Dari hasil disertasi Dra. Siti Aminah, MA berjudul “Efektivitas Penggunaan Fun Card sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Motivasi Belajar, Keaktifan Diri dan Hasil Belajar Peserta Didik dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Kabupaten Sleman” yang diujikan Sabtu (15/10/2016) di Ruang Sidang Gedung Pascasarjana UMY, dalam mengajarkan materi PAI para guru SMA di Kabupaten Sleman dinilai masih konvensional dan teacher-centered.

“Oleh karenanya, proses pembelajaran seperti itu menjadi tidak maksimal dan terlalu monoton,” jelas Siti, pengawas Sekolah Madya di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman.

Menurut Siti, cara menggunakan fun card, para peserta didik mengambil kartu soal yang sudah diacak. Peserta didik kemudian diminta untuk menjawab soal yang tertera dalam kartu itu. “Temannya yang lain mengecek apakah jawabannya benar atau salah, yang sudah ada dalam kartu jawaban,” kata Siti.

Selain kartu soal dan kartu jawaban, juga ada kartu kontrol untuk memberikan hasil evaluasi yang diberikan oleh teman peserta didik yang menyimak. “Sehingga konsep penilaian diri bisa terlaksana dalam teknik pembelajaran ini,” jelas Siti.

Seperti dikatakan Siti, materi Pendidikan Agama Islam sendiri sangat beragam, mulai dari Al-Qur’an, Fiqh, dan lain-lain. “Meskipun materinya berbeda-beda, metode belajar menggunakan fun card tetap dapat diterapkan. Jadi, penggunaan fun card tidak hanya terbatas pada suatu materi tertentu di bidang Pendidikan Agama Islam. Namun dapat mencakup ke semua materi,” kata Siti lagi.

Secara teori, penerapan media pembelajaran fun card dalam proses pembelajaran PAI ini, disebut Siti, diilhami oleh teori elaborasi kognitif yang dikembangkan Wittock.

Dalam teori itu, dikemukakan, penelitian dalam psikologi telah menemukan bahwa jika informasi ingin dipertahankan di dalam memori dan berhubungan dengan informasi yang sudah ada dalam memori, maka orang yang belajar harus terlibat dalam semacam pengaturan kembali kognitif, atau elaborasi dari materi.

Fun card ini, seperti disampaikan Siti, terinspirasi dari pendapat Silberman dalam active learning, 101 cara belajar peserta didik aktif pada cara belajar ke-44, yaitu Pencarian Informasi.

“Teknik itu saya kolaborasikan dengan cara belajar ke-46 yaitu cara belajar dengan pemilahan kartu dan cara belajar ke-79 cara belajar dengan Pencocokan Kartu Indeks,” pungkas Siti. (Affan)