Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Gudeg Pawon Memiliki Keunikan Tersendiri

0
Gudeg Pawon Memiliki Keunikan Tersendiri

Gudeg Pawon Memiliki Keunikan Tersendiri

Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Saat berkunjung ke Yogyakarta, salah satu kuliner yang wajib dicoba adalah gudeg. Makanan berbahan dasar nangka ini, merupakan makanan khas dan menjadi ikon kuliner Yogyakarta.

Menemukan penjual gudeg di Yogyakarta, bukanlah hal sulit. Bahkan, boleh dibilang, gudeg adalah satu-satunya makanan yang bisa dijumpai dari pagi, siang, malam, hingga Subuh. Gudeg dijual oleh mbok-mbok di pinggir jalan hingga restoran-restoran ternama.

Di Yogyakarta, ada satu warung gudeg yang sangat unik sekaligus sangat populer di kalangan pecinta wisata kuliner, yakni Gudeg Pawon. Ada dua keunikan yang dimiliki gudeg pawon.

Pertama, sesuai dengan namanya, gudeg pawon – yang dalam bahasa Jawa berarti gudeg dapur – pengunjung yang ingin menikmati gudeg ini harus mau berdesak-desakan di dapur pemiliknya. Sedangkan keunikan kedua, gudeg pawon hanya buka di malam hari. Tepatnya di tengah malam saat kebanyakan orang mulai terlelap.

Meski hanya buka selama 3 jam, warung gudeg yang dirintis Ibu Prapto Widarso sejak tahun 1958 ini, selalu ramai dikunjungi pembeli dari berbagai tempat. Pelanggannya terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, orang kantoran, pejabat, bahkan artis lokal maupun nasional.

Gudeg pawon yang terletak di Jalan Janturan No 36-38, Warungboto, Yogyakarta, memiliki cita rasa yang cukup gurih dan tidak terlalu manis, seperti kebanyakan gudeg yang di jual di Yogyakarta. Bagi orang Sumatera, gudeg ini agak cocoklah dengan lidah mereka.

Mau mencicipi gudeg pawon Dari arah Titik Nol Kilometer Yogyakarta – atau perempatan BNI 46 –  silahkan arahkan kendaraan ke timur, menuju Jalan Kusumanegara. Lurus saja ke timur sampai menemukan supermarket Pamela. Lalu, belok kanan ke arah Jalan Janturan.  Lurus saja, nanti di kanan jalan terdapat gang, silahkan masuk ke gang tersebut. Silahkan lurus masuk ke gang tersebut untuk menuju warung gudeg pawon.

Suasana berubah ketika mulai memasuki sebuah gang di Jalan Janturan. Sebuah kehebohan pun mulai terasa. Dari kejauhan tampak deretan motor yang parkir berjajar di pinggir jalan. Belum lagi antrian mobil yang terlihat kebingungan mencari lokasi parkir di antara ruas bahu jalan yang luasnya tak seberapa.

Terlihat sebuah papan kecil bertuliskan “Gudeg Pawon, Selera Nusantara Buka Jam 22.00 WIB” sebagai penanda warung gudeg legendaris berada.

Aktifitas peracik minuman dengan sigap melayani pesanan pelanggan pun terlihat di bagian depan rumah. Nah, untuk menikmati sajian gudeg, kita harus antri untuk menuju pawon atau dapur yang terletak di belakang rumah.

Kehebohan antrian pembeli malam itu pun cukup terasa. Antrian pun tak hanya memenuhi bagian halaman samping rumah untuk menuju bagian dapur, melainkan mengular hingga bagian jalan.

Pembeli gudeg pawon pun tak hanya berasal dari sekitar Yogyakarta saja. Melainkan banyak pula yang datang dari luar kota Yogyakarta. Bahkan, ada seorang pembeli yang rela datang menunggu dari pukul 21.00 malam untuk mengobati rasa penasaran akan cita rasa gudeg pawon ini.

Aroma nasi hangat yang khas pun menyambut ketika memasuki bagian pawon atau dapur. Di bagian pawon ini pula kita akan melihat pemandangan tungku kayu yang digunakan untuk memasak gudeg dan lauk-pauknya.Tak heran, jika bagian dinding pawon nampak terlihat hitam terkena kepulan asap dari kayu bakar yang digunakan untuk menyajikan masakan.

Seorang laki-laki setengah baya akan menyiapkan nasi hangat dengan porsi sedang ke dalam piring, kemudian diberi gudeg, sambal goreng krecek dan lauk seperti telur dan daging ayam.

Usai mendapatkan sajian gudeg, Anda bisa mencari tempat untuk bersantap. Anda bisa memilih bersantap dengan duduk lesehan di teras rumah, di depan pawon, atau menikmatinya langsung di dalam pawon.

Gudeg yang disajikan di gudeg pawon, termasuk gudeg basah. Walaupun tidak memiliki banyak kuah. Sambel goreng kreceknya pun juga pas di lidah, terasa gurih dan tidak terlalu pedas. Untuk menambah sensasi pedas, sang penjual sengaja menambahkan beberapa buah cabe rawit utuh sehingga pembeli dapat mengira-ira sendiri tingkat kepedasan yang diinginkan.

Satu porsi gudeg dengan lauk telur dihargai Rp 12.000,00. Harga yang cukup bersahabat ,menurut saya. Penasaran ingin mencoba. Datanglah lebih awal dan jangan lewat tengah malam, jika Anda tidak ingin kehabisan karena sudah diserbu oleh pembeli yang datang.

Ada dua motif yang melatarbelakangi orang mampir ke warung makan untuk menikmati kuliner malam. Ada yang mampir karena perut sudah keroncongan dan karena meminta kembali jatah makan walaupun sudah makan malam. Namun, lebih banyak orang yang menikmati sajian kuliner yang buka mendekati tengah malam karena motif penasaran, dengan cita rasa masakan yang disajikan. Untuk pemesanan, Anda bisa menghubungi nomor 0852 2847 0264. (affan)