Balitbang Jajaki Kemitraan Produsen Motor Berdayakan Disabilitas

0

     Semarang, jurnalsumatra.com – Badan Penelitian dan Pengembangan Jawa Tengah menjajaki kemitraan dengan produsen sepeda motor dalam upaya pemberdayaan penyandang disabilitas agar kesejahteraannya meningkat.
“Kami jajaki kemitraan dengan beberapa produsen motor agar ikut memberdayakan penyandang disabilitas, mereka jangan malah menganggur,” kata Kepala Balitbang Jateng Tegoeh Wynarno Haroeno di Semarang, Senin.
Hal tersebut disampaikan Tegoeh saat membuka kegiatan “Inkubasi Modifikasi Sepeda Motor dan Sepeda Untuk Penyandang Disabilitas”.
Ia mengatakan, pihaknya mempunyai persepsi bahwa penyandang disabilitas tidak dilihat sebagai beban, tapi harus diberdayakan untuk mewujudkan masyarakat Jawa Tengah yang sejahtera dan mandiri.
“Mereka tidak mau dikasihani, tapi ingin diberdayakan sehingga bisa bermanfaat dan berguna untuk masyarakat umum atau sesama disabilitas,” ujarnya.
Tegoeh menyebutkan bahwa inovasi dari penyandang disabilitas cukup banyak dan bervariasi, diantaranya sepeda serta sepeda motor bagi difabel.

     Ia berharap para produsen sepeda motor bersedia ikut memberdayakan penyandang disabilitas dalam memproduksi motor beroda tiga yang disesuaikan dengan kondisi para difabel.
“Kami juga berupaya melindungi hak kekayaan intelektual dari inovasi para difabel karena inovasi tersebut lahir dari keterbatasan dan kegigihan yang berbasis kebutuhan penyandang disabilitas,” katanya.
Salah seorang penyandang disabilitas, Ignatius Suwanto, mengungkapkan bahwa mobilitas menjadi kendala utama bagi para difabel.
“Oleh karena itu, saya akhirnya memodifikasi motor roda dua saya menjadi motor beroda tiga agar bisa kemana-mana sendiri tanpa tergantung orang lain,” ujar warga Jangli, Semarang itu.
Suwanto kemudian ikut membantu penyandang disabilitas lainnya dengan membuka bengkel bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah guna memodifikasi sepeda motor para difabel sehingga bisa mandiri.
“Modifikasi motor untuk penyandang disabilitas ini disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing, intinya agar mereka bisa kemana-mana sendiri,” katanya.(anjas)