Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Pemkab Cilacap Distribusikan 13.000 Kartu Nelayan

0

     Cilacap, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, melalui Dinas Kelautan Perikanan dan Pengelola Sumber Daya Kawasan Segara Anakan mendistribusikan sebanyak 13.000 kartu nelayan.
“Tahun depan, kami targetkan seluruh nelayan di Kabupaten Cilacap sudah memperoleh kartu nelayan,” kata Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Pengelola Sumber Daya Kawasan Segara Anakan (DKP2SDKSA) Cilacap Supriyanto didampingi Kepala Bidang Produksi Indarto di Cilacap, Senin.
Ia mengatakan berdasarkan data, jumlah nelayan di Kabupaten Cilacap secara keseluruhan mencapai 17.000 orang.
Menurut dia, jumlah tersebut diketahui berdasarkan verifikasi yang dilakukan DKP2SDKSA bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap karena sebelumnya sempat disebutkan jika jumlah nelayan di kabupaten itu mencapai 33.000 orang.
“Setelah kami koordinasikan dengan pengurus HNSI yang sekarang, jumlahnya tidak sampai sebesar itu (33.000 orang, red.), hanya sekitar 17.000 orang,” katanya.

     Dari jumlah tersebut, kata dia, sekitar 14.000 orang di antaranya merupakan nelayan laut sedangkan sisanya nelayan perairan umum darat (PUD).
Lebih lanjut, Supriyanto mengatakan kartu nelayan dapat menjadi kartu identitas bagi nelayan yang bisa dimanfaatkan saat menerima berbagai program yang ditujukan untuk nelayan.
Dalam hal ini, lanjut dia, seluruh penerima program kenelayanan harus memiliki kartu nelayan.
“Seperti yang kita ketahui, dalam kartu tanda penduduk yang dimiliki nelayan, tidak semuanya menyebutkan kalau profesi mereka adalah nelayan. Oleh karena itu, semua yang berprofesi sebagai nelayan harus memiliki kartu nelayan,” jelasnya.
Terkait manfaat kartu nelayan, Kabid Produksi DKP2KSDSA Indarto mengatakan salah satunya berupa bantuan premi asuransi nelayan.
Kendati demikian, dia mengakui dari 13.000 nelayan yang telah menerima kartu nelayan, tidak semuanya memperoleh bantuan premi asuransi nelayan.
Menurut dia, hal itu disebabkan adanya beberapa persyaratan yang harus dipenuhi di antaranya usia maksimum 65 tahun dan mengunakan atau bekerja pada kapal berkapasitas di bawah 10 “gross tonage” (GT).
“Hingga saat ini, sudah ada yang masuk lebih dari 6.000 orang namun kami belum verifikasi kelengkapannya. Kemudian dari 13.000 orang yang telah menerima kartu nelayan, sekitar 2.000 orang di antaranya kemungkinan tidak bisa mendapatkan bantuan asuransi nelayan karen usianya di atas 65 tahun dan bekerja pada kapal di atas 10 GT,” katanya.(anjas)