Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Biak Galakkan Cuci Tangan Cegah Diare      

0

Biak, jurnalsumatra.com – Bupati Kabupaten Biak Numfor, Papua, Thomas Ondy mengakui, kebiasaan mencuci tangan memakai sabun yang gencar digalakkan pemerintah bersama lembaga swadaya masyarakat di kalangan siswa dan warga bertujuan mencegah penyakit diare.
“Hari Cuci Tangan Pakai Sabun se Dunia adalah sebuah kampanye global yang dicanangkan oleh PBB bekerjasama dengan organisasi-organisasi lainnya baik pihak pemerintah maupun swasta untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun,” ungkap bupati, Senin.
Ketika menjawab wartawan seusai pencanganan kegiatan hari cuci tangan pakai sabun di kampung Tanjung Barari distrik Oridek,ia  menyebutkan, dengan kebiasaan mencuci tangan pakai sabun di kalanan  masyarakat dan siswa sekolah sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita.
Dampak lain mencuci tangan pakai sabun, lanjutnya, untuk pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.
“Dengan Hari Mencuci Tangan Dengan Sabun Sedunia diharapkan akan memperbaiki praktik-praktik kesehatan pada umumnya dan perilaku sehat pada khususnya,” harap Bupati Thomas Ondy.
Bupati Thomas Ondy mengatakan, kegiatan kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun sedunia adalah upaya memobilisasi jutaan orang diseluruh dunia untuk mencuci tangan mereka dengan sabun.
Inisiatif program mencuci tangan pakai sabun dikumandangkan pemda bersama  Kemitraan Swasta dan Publik untuk Cuci Tangan (Public Private Partnership for Handwshing) dan didukung  badan dunia PBB.
“Salah satu tujuan dari kampanye ini adalah penurunan angka kematian untuk anak-anak dimana lebih dari 5.000 anak balita penderita diare meninggal setiap harinya diseluruh dunia sebagai akibat dari kurangnya akses pada air bersih dan fasilitas sanitasi dan pendidikan kesehatan,” ujarnya.
Penderitaan dan biaya-biaya yang harus ditanggung karena sakit dapat dikurangi, menurut Bupati Thomas, dengan melakukan perubahan perilaku sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, yang menurut penelitian dapat mengurangi angka kematian yang terkait dengan penyakit diare hingga hampir 50 persen.
Pelaksanaan hari cuci tangan pankai sabun sedunia dimeriahkan dengan berbagai lomba serta penetapan kampung Opiaref sebagai pemenang Sanitasi total Berbasis Masyarakat (STBM).(anjas)